JAKARTA – Visualisasi Jalan Salib di Gereja Katolik Paroki Santo Robertus Bellarminus mengajak umat memasuki refleksi mendalam atas sengsara dan wafatnya Yesus Kristus dalam rangkaian ibadah Jumat Agung 2026.
Paulus Andri Astanto mengatakan kegiatan tersebut merupakan kolaborasi panitia Paskah dan Orang Muda Katolik (OMK) untuk menghantar umat memasuki suasana ibadah.
“Visualisasi Jalan Salib ini merupakan kerja sama panitia Paskah dan anak-anak Orang Muda Katolik (OMK) untuk menghantar umat memasuki Jumat Agung. Melalui tablo ini, umat diajak untuk berkontemplasi kembali kisah sengsara Tuhan Yesus Kristus,” kata Andri di Cililitan, Jakarta Timur, Jumat.
Kegiatan ini dikemas dalam bentuk tablo atau drama visual yang menggambarkan perjalanan penderitaan Yesus menuju penyaliban. Menurut Andri, visualisasi tersebut tidak sekadar pertunjukan, tetapi juga sarana spiritual untuk merenungkan kasih Allah yang tanpa batas.
Ia menilai, kisah sengsara Yesus menjadi bukti nyata cinta Tuhan yang tidak terputus, bahkan kepada manusia yang berdosa. Penjiwaan para anggota OMK dalam setiap adegan dinilai mampu membawa umat masuk dalam suasana reflektif.
“Anak-anak OMK dengan penuh semangat dan penjiwaan mencoba memainkan peran. Ini menjadi sarana yang sangat membantu umat untuk memahami makna pengorbanan Kristus secara lebih nyata,” jelasnya.
Lebih lanjut, Andri menegaskan inti kegiatan tersebut adalah mempersiapkan batin umat secara pribadi, menyadarkan bahwa pengorbanan Yesus merupakan wujud kasih Allah yang Maharahim bagi seluruh manusia.
Sebagai penutup rangkaian tablo, umat bersama-sama memasuki gereja untuk mengantar simbolisasi Yesus yang dimakamkan.
“Maka yang menjadi penutup dalam tablo ini adalah kita bersama-sama akan masuk di gereja, menghantar Yesus yang dimakamkan sebagai tanda atas kematian, tetapi juga sekaligus atas kemenangan dari segala dosa dan kuasa maut,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebangkitan Yesus Kristus menjadi titik awal bagi umat untuk memasuki Tri Hari Suci dengan hati yang tertata dan kehidupan yang diperbarui.
“Melalui kebangkitan Kristus, kita diajak untuk bangkit dalam pertobatan sejati dan menanamkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Andri.
Tema Paskah tahun ini, “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita”, menekankan bahwa kebangkitan Kristus tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa iman, tetapi juga berdampak nyata dalam kehidupan manusia, termasuk dalam membangun relasi dengan sesama dan lingkungan.
Sementara itu, Polda Metro Jaya mengerahkan 4.500 personel untuk mengamankan rangkaian ibadah Paskah di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
“Kehadiran personel ini ditujukan untuk memastikan umat Kristiani dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan khidmat. Total kekuatan yang disiapkan mencapai 4.500 personel,” kata Budi Hermanto dalam keterangannya, Kamis (2/4).
Ia menyebutkan personel ditempatkan di gereja, titik keramaian, serta pusat kegiatan umat selama perayaan Paskah. Kehadiran aparat juga sebagai bentuk pelayanan guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

