Madrid – Real Madrid masih berjuang keras memperpanjang kontrak Vinicius Junior di tengah kebuntuan negosiasi yang serius. Penyerang sayap asal Brasil itu dilaporkan tidak berniat meneken kesepakatan baru, memicu perhatian terhadap masa depannya di Santiago Bernabeu.
Situasi ini semakin rumit dengan dugaan ketegangan hubungan antara Vinicius dan pelatih Xabi Alonso. Sumber terdekat menyebut keduanya belum pernah berbicara empat mata sejak penunjukan Alonso pada musim panas lalu. Ketegangan memuncak saat Vinicius ditarik keluar pada menit ke-72 dalam laga El Clasico melawan Barcelona pada 26 Oktober 2025, yang dimenangkan Real Madrid 2-1. Kemarahan Vinicius terlihat jelas, dan berlanjut saat ia hanya duduk di bangku cadangan dalam hasil imbang melawan Elche pekan lalu, memperkuat spekulasi mengenai posisinya.
Kendati demikian, Vinicius kembali menunjukkan performa terbaiknya sebagai starter dalam kemenangan 4-3 Madrid atas Olympiacos pada pertengahan pekan. Ia berhasil mencatatkan dua *assist* dalam pertandingan yang digelar di Athena tersebut.
Kontrak Vinicius saat ini berlaku hingga Juni 2027. Menurut laporan *The Athletic*, manajemen Real Madrid tetap bertekad untuk mempertahankan Vinicius lebih lama, namun belum ada titik temu terkait besaran gaji. Vinicius terakhir kali memperbarui kontraknya pada 2022 dan belakangan kerap dikaitkan dengan tawaran menggiurkan dari Liga Pro Saudi.
Pemain berusia 25 tahun itu dilaporkan menginginkan gaji hingga 30 juta euro atau setara Rp 579 miliar per tahun. Angka ini melonjak signifikan dari penghasilan bersihnya saat ini yang diperkirakan sekitar 18 juta euro atau Rp 347,6 miliar. Real Madrid sendiri awalnya hanya menawarkan kenaikan kecil menjadi sekitar 20 juta euro per tahun, namun proposal tersebut langsung ditolak oleh Vinicius dan agennya.
Sebagai perbandingan, Kylian Mbappé saat ini menjadi pemain dengan bayaran tertinggi di skuat Real Madrid, mengantongi sekitar 15 juta euro atau Rp 289,6 miliar per tahun, belum termasuk bonus. Mbappé juga memegang penuh hak citranya dan dilaporkan menerima lebih dari 100 juta euro sebagai biaya transfer.
Saga kontrak Vinicius yang berlarut-larut ini jelas tidak menguntungkan siapa pun. Baik klub, pelatih, maupun sang pemain yang mulai kehilangan tempat aman di tim utama, semuanya berada dalam situasi yang tidak ideal.


