Jakarta – Tito Karnavian menanggapi maraknya kepala daerah yang terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi. Ia menyinggung bahwa kepala daerah tersebut merupakan hasil pilihan masyarakat melalui mekanisme Pilkada langsung.
"Jawab saya cuman satu aja, yang milih siapa, udah gitu aja. Yang milih siapa? Rakyat iya kan," kata Tito di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026).
Mantan Kapolri ini menyebut Pemilu langsung tidak menjamin pemimpin terpilih menjadi bagus.
"Artinya apa, apakah ini ada hubungannya dengan kaitan dengan mekanisme rekrutmen Pilkada langsung? Dan ternyata enggak menjamin ada pemimpin yang bagus. Ada pemimpin yang bagus, ada juga yang begini," ungkap Tito.
Ia menilai maraknya operasi tangkap tangan membuktikan belum adanya integritas pejabat daerah. Menurutnya, masalah tersebut tidak bisa dilihat sebagai kasus per kasus melainkan masalah sistematis.
"Kemudian kedua masalah kesejahteraan, moral hazard, integritas, dan lain-lain. Tapi saya berpikir tidak hanya melihat case saja. Ini kan beberapa kali terjadi dalam waktu yang singkat ya. Artinya ada problem-nya yang sistematis, ada problem mendasar," jelas Tito.

