IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Berita

Kementerian PUPR Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Korban Banjir Aceh


Aceh – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengirimkan bantuan air bersih dan fasilitas dasar kepada ribuan pengungsi banjir serta tanah longsor di sejumlah wilayah terdampak Provinsi Aceh. Bantuan disalurkan melalui tim tanggap darurat Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Aceh, menyusul bencana yang melanda tiga provinsi dan menewaskan 174 orang serta menyebabkan 79 lainnya hilang.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan, pihaknya memastikan masyarakat terdampak menerima layanan dasar yang layak dan aman selama masa tanggap darurat. Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 29 November 2025.

Dody menjelaskan, dua tim diterjunkan ke tiga wilayah terdampak paling parah: Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen. Mobilisasi peralatan dapat dilakukan setelah akses jalan dari Banda Aceh kembali terbuka.

BPBPK Aceh menjamin ketersediaan air bersih bagi ribuan pengungsi dengan mengirimkan mobil tangki air dan hidran umum dalam kondisi penuh. Tim pertama, berkekuatan 10 personel, ditempatkan di Kabupaten Pidie Jaya.

Tim tersebut membawa berbagai peralatan pelayanan dasar. Ini meliputi dua truk operasional, empat unit mobil tangki air, 12 hidran umum, tiga toilet portable, dan satu truk sedot tinja untuk mendukung layanan sanitasi.

BK DPR RI Perkuat Telesurvei untuk Susun RUU Akurat

Tim kedua ditugaskan di Kabupaten Pidie dengan delapan personel. Dukungan logistiknya berupa satu truk operasional, dua mobil tangki air, enam hidran umum, dan dua toilet portable. Bantuan juga diarahkan ke Bireuen, menyesuaikan kebutuhan di lapangan.

Dody menambahkan, Kementerian PU akan terus memantau situasi. Pihaknya siap menambah bantuan jika diperlukan, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB, dan unsur penanganan bencana lainnya.

“Dukungan akan terus kami sesuaikan dengan perkembangan kondisi di lokasi,” ujarnya. “Terutama terkait layanan air bersih, sanitasi, dan fasilitas umum.”

Hingga kini, Kementerian Pekerjaan Umum belum mengumumkan total kerugian akibat banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di Sumatera Barat saja, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memperkirakan kerugian infrastruktur dan permukiman mencapai Rp 268 miliar.

Banjir bandang dan tanah longsor melanda ketiga provinsi tersebut dalam sepekan terakhir. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Jumat malam, 28 November 2025, mencatat 174 korban jiwa. Selain itu, 79 orang masih hilang dan 12 lainnya luka-luka.

Adang Soroti Kesiapan Polres Jakut Terapkan KUHP-KUHAP Baru

Sumatera Utara menjadi provinsi dengan korban jiwa terbanyak, yakni 116 meninggal dunia dan 42 orang hilang. Korban tersebar di beberapa kabupaten seperti Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, dan Padang Sidempuan.

Di Provinsi Aceh, BNPB mencatat 35 korban jiwa, 25 hilang, dan 8 luka-luka. Banjir dan tanah longsor melanda hampir seluruh kabupaten dan kota di daerah ini. Bener Meriah, Aceh Tenggara, dan Aceh Tengah mengalami kerusakan terparah.

Sementara itu, di Sumatera Barat, data terbaru mencatat 74 korban meninggal dunia dan puluhan lainnya masih hilang. Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan dalam konferensi pers Jumat malam, 28 November 2025, bahwa data akan terus berkembang. “Masih ada titik-titik banjir dan longsor yang belum bisa ditembus,” katanya.

Komentar

Berita Populer

01

UMK 2026: Daftar Lengkap Wilayah dengan UMK Tertinggi & Terendah

02

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

03

Cara Mudah Beli Paket Data Semua Operator Lewat Aplikasi GoPay

04

Proyeksi Kinerja ANTM Tetap Kuat di Tengah Bayang Risiko Regulasi

05

DPRD Sumbar Desak Perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau Lanjut 2026

06

HUT ke-81 RI, Paspampres kerahkan 1.147 personel dan alusista amankan VVIP

07

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

08

Kementerian Lingkungan Hidup Menanti Hasil Lab Cisadane, Pastikan Kualitas Air

Berita Terbaru