IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Berita

Jaktim Intensifkan Sosialisasi Pemilahan Sampah, Kurangi Beban TPA

Jakarta Timur – Pemerintah Kota Jakarta Timur mengintensifkan program pemilahan sampah berbasis rumah tangga untuk meningkatkan pengelolaan sampah dari sumbernya.

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menyatakan pihaknya terus berupaya mengedukasi masyarakat dari rumah ke rumah terkait pengelolaan sampah.

Program ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Prabowo Subianto serta arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengenai pengelolaan sampah berbasis rumah dan Rukun Warga (RW).

"Terkait pemilahan sampah berbasis rumah dan berbasis RW, saat ini kami sedang masif melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah," kata Munjirin, Kamis (12/3/2026). "Kami di Jakarta Timur menindaklanjuti apa yang disampaikan oleh Menteri serta Instruksi Presiden dan Gubernur terkait pemilahan sampah berbasis rumah dan berbasis RW," tambahnya.

Pemkot Jaktim juga menggerakkan seluruh jajaran wilayah untuk mempercepat sosialisasi kepada masyarakat dan mendorong peran aktif pengurus RT/RW dalam mendampingi warga memilah sampah. Langkah ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya, sekaligus meminimalisasi volume sampah ke TPA.

BK DPR RI Perkuat Telesurvei untuk Susun RUU Akurat

Munjirin mengakui program ini belum menjangkau seluruh warga. Pemkot Jaktim mengintensifkan sosialisasi dengan melibatkan aparat kecamatan, kelurahan, serta Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH).

"Walaupun memang belum semuanya tersasar, kami terus bersama aparat kecamatan, kelurahan, dan Suku Dinas Lingkungan Hidup melakukan sosialisasi secara masif tentang pemilahan sampah di sumbernya," kata Munjirin.

Ia mengimbau masyarakat mendukung program dengan memilah sampah organik dan anorganik mulai dari rumah, "Sehingga, dapat mengurangi beban sampah yang sulit terurai, khususnya plastik," ucap Munjirin.

Upaya ini didorong dengan komitmen mewujudkan Indonesia yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) melalui partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta akan memperketat sistem pemilahan sampah agar tidak seluruh sampah dari Jakarta dikirim ke TPST Bantargebang.

Adang Soroti Kesiapan Polres Jakut Terapkan KUHP-KUHAP Baru

"Jumlah sampah kita antara 7.400 sampai dengan 8.000 ton per hari. Hampir sebagian besar tidak dilakukan pemisahan, kemudian dikirim ke Bantargebang," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo.

Pramono mengatakan, kebijakan ini sejalan dengan arahan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Melalui pemilahan yang lebih baik, tidak semua sampah akan berakhir di tempat pembuangan akhir. Sampah yang dipilah di rumah dapat menghasilkan inovasi baru dalam penggunaan kembali (reuse) material bernilai.

"Dan untuk itu, kami melakukan proses pemilahan di ujung, sekaligus untuk mengatur agar semuanya itu tidak dikirimkan ke Bantargebang. Karena Bantargebang memang harus mulai ada pembatasan, karena daya tampungnya sudah sangat terbatas," pungkas Pramono.

Komentar

Berita Populer

01

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

02

HUT ke-81 RI, Paspampres kerahkan 1.147 personel dan alusista amankan VVIP

03

DPRD Sumbar Desak Perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau Lanjut 2026

04

Kementerian Lingkungan Hidup Menanti Hasil Lab Cisadane, Pastikan Kualitas Air

05

Polres Tanah Datar Tangkap Mahasiswa Diduga Edarkan Sabu

06

BSPS Bangun Rumah Layak, Hidupkan Ekonomi Lokal

07

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

08

Rayakan HUT ke-80, BNI Berikan Diskon Spesial di Berbagai Sektor

Berita Terbaru