Jakarta – Persediaan minyak mentah Amerika Serikat kembali bertambah pada pekan yang berakhir 25 September 2026, menandakan pasokan masih longgar di tengah ekspektasi pasar yang justru memproyeksikan penurunan. Data terbaru menunjukkan stok naik 0,922 juta barel menjadi 427,3 juta barel.
Mengutip Tradingeconomics, Rabu (30/9), peningkatan juga terjadi di pusat pengiriman Cushing, Oklahoma. Cadangan di lokasi tersebut naik 0,553 juta barel ke level 24,3 juta barel.
Di sisi lain, aktivitas pengolahan minyak di kilang justru melemah. Volume crude run tercatat turun 554.000 barel per hari, mencerminkan berkurangnya pemrosesan minyak mentah di fasilitas pengolahan.
Untuk produk turunannya, stok bensin menyusut 1,684 juta barel menjadi 204,4 juta barel. Penurunan itu lebih besar dibanding perkiraan pasar yang hanya memperkirakan kontraksi 0,5 juta barel.
Cadangan distilat, yang mencakup solar dan minyak pemanas, juga turun tajam. Posisi stok anjlok 2,251 juta barel menjadi 105,2 juta barel, jauh di atas estimasi penurunan 0,2 juta barel.
Selain itu, impor bersih minyak mentah AS tercatat berkurang 468.000 barel per hari.


