IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
News

Dua Anak Meninggal Tenggelam di Empang Perumahan, Keluarga Ikhlaskan Musibah

KARAWANG, Gonesia.com – Dua orang anak dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami insiden tenggelam di area kolam bekas galian yang terletak di kompleks Perumahan Puri Raya Residence, Desa Pasirjengkol, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Selasa.

Peristiwa tragis ini menyoroti bahaya laten dari keberadaan kolam bekas galian yang tidak memiliki sistem keamanan memadai di lingkungan permukiman padat penduduk.

Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, mengungkapkan kronologi kejadian bermula saat lima orang anak sedang bermain di sekitar lokasi empang tersebut.

“Dari lima anak itu, tiga anak di antaranya berenang ke dalam empang, sedangkan dua lainnya berada di darat,” kata Cep Wildan dalam keterangannya, Selasa.

Situasi berubah menjadi kepanikan ketika anak-anak yang berada di darat menyadari rekan mereka mengalami kesulitan saat berada di dalam air.

Kebakaran Gunung Butak Meluas, Angin Kencang Hambat Proses Pemadaman

Warga sekitar yang mendengar teriakan segera bergegas menuju lokasi untuk memberikan pertolongan pertama.

Upaya penyelamatan sempat membuahkan hasil bagi satu korban yang berada di dalam kolam.

“Satu anak perempuan berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Namun, setelah dilakukan pencarian kembali, dua anak laki-laki ditemukan di dasar kolam dan langsung dibawa ke Klinik Shafa Medika untuk mendapatkan penanganan medis,” ujarnya.

Meskipun tim medis telah berupaya melakukan tindakan pertolongan darurat, nyawa kedua bocah tersebut tidak dapat diselamatkan.

Hasil pemeriksaan medis mengonfirmasi bahwa dua korban berinisial RDP yang berusia 7 tahun dan AES yang berusia 6 tahun telah mengembuskan napas terakhir.

Kabar Gembira dari Pak Herry untuk PPPK Paruh Waktu Hari Ini

Kedua korban diketahui merupakan warga yang tinggal di Perumahan Puri Raya Residence, Desa Bengle, Kecamatan Majalaya.

Sementara itu, satu korban selamat yang merupakan seorang anak perempuan berinisial ANP (8) saat ini masih dalam pendampingan keluarga.

Ia menambahkan bahwa pihak keluarga kedua korban telah menerima kejadian tersebut sebagai sebuah musibah.

Keluarga pun sepakat untuk menolak dilakukannya tindakan autopsi terhadap jenazah kedua korban.

Kejadian ini memicu keprihatinan mendalam terkait pengawasan orang tua terhadap lingkungan bermain anak-anak.

Tanggapan BPS Terkait Perbedaan Data Garis Kemiskinan Bank Dunia

Pihak kepolisian menegaskan bahwa keberadaan area kolam atau sungai di sekitar pemukiman memerlukan perhatian ekstra.

Ia mengimbau kepada seluruh orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya saat bermain di sekitar sungai, kolam, empang, maupun bekas galian yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Ketiadaan pagar pembatas atau tanda peringatan di area bekas galian sering kali menjadi faktor risiko yang sering luput dari perhatian warga.

Pemerintah setempat diharapkan dapat melakukan evaluasi terhadap keamanan lahan bekas galian di wilayah tersebut guna mencegah insiden serupa terulang kembali di masa depan.

Kini, lokasi kejadian telah menjadi perhatian warga sekitar sebagai pengingat akan pentingnya keamanan lingkungan bagi anak-anak.

Komentar

Berita Populer

01

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

02

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

03

Cara Mudah Beli Paket Data Semua Operator Lewat Aplikasi GoPay

04

UMK 2026: Daftar Lengkap Wilayah dengan UMK Tertinggi & Terendah

05

Proyeksi Kinerja ANTM Tetap Kuat di Tengah Bayang Risiko Regulasi

06

DPRD Sumbar Desak Perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau Lanjut 2026

07

HUT ke-81 RI, Paspampres kerahkan 1.147 personel dan alusista amankan VVIP

08

Kementerian Lingkungan Hidup Menanti Hasil Lab Cisadane, Pastikan Kualitas Air

Berita Terbaru