JAKARTA – Perum Bulog kini telah merampungkan penetapan 88 dari target total 100 titik pembangunan infrastruktur pascapanen berupa gudang yang tersebar di seluruh Indonesia. Proses penentuan lokasi tersebut saat ini menyisakan 12 kabupaten/kota yang masih dalam tahap finalisasi.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa pembangunan gudang beserta fasilitas pendukungnya akan disesuaikan dengan tipologi dan kebutuhan spesifik setiap wilayah.
Menurut Rizal, untuk kawasan sentra produksi padi seperti Grobogan, Jawa Tengah, Bulog akan melengkapi gudang dengan fasilitas modern. Di antaranya mencakup mesin pengering (*dryer*), *rice milling unit* (RMU), hingga fasilitas pengemasan untuk menjaga kualitas gabah.
Rizal menyebutkan, langkah ini diambil lantaran kapasitas gudang yang ada di Grobogan saat ini sudah penuh. Sementara itu, untuk wilayah yang bukan sentra produksi atau tidak memiliki lahan sawah, seperti Natuna, Kepulauan Riau, pembangunan hanya akan difokuskan pada penyediaan gudang penyimpanan saja.
Penentuan lokasi juga dilakukan berdasarkan komoditas unggulan daerah setempat. Contohnya, di Bima, Nusa Tenggara Barat, Bulog berencana membangun gudang khusus jagung yang dilengkapi fasilitas pengering dan mesin pemipil. Secara keseluruhan, proyek ini mencakup pembangunan enam unit silo gabah dan enam unit silo jagung.
Mengenai jadwal pelaksanaan konstruksi, Rizal mengaku belum bisa memberikan tanggal pasti. Saat ini, Bulog masih menunggu persetujuan resmi dari Kementerian Koordinator Pangan.
Selain itu, pihaknya juga sedang memproses pertimbangan teknis dari Kementerian Pertanian serta Kementerian Pekerjaan Umum sebagai syarat administratif sebelum pembangunan dimulai.

