Ekonomi

BI Ingatkan Mitigasi Risiko Sistemik dalam Arsitektur Keuangan Baru

BALI – Bank Indonesia (BI) menegaskan perlunya penguatan koordinasi antarlembaga serta penegasan otonomi regulator di tengah munculnya arsitektur keuangan global baru. Perubahan lanskap keuangan dunia saat ini dinilai telah mengaburkan batas antara kebijakan moneter, fiskal, dan makroprudensial, sehingga risiko guncangan sistem keuangan menjadi lebih rentan.

Deputi Gubernur BI, Thomas A.M. Djiwandono, menjelaskan bahwa digitalisasi sektor keuangan dan keterhubungan lintas negara telah mempercepat transmisi risiko global. Kondisi ini membuat dampak dari setiap kebijakan menjadi saling terkait dan memiliki dimensi yang luas.

“Dibutuhkan kerangka kebijakan yang terintegrasi, koordinasi antarlembaga yang erat, serta mandat hukum yang jelas di antara masing-masing lembaga,” ujar Thomas dalam pembukaan *International Conference and Call for Papers Journal of Central Banking Law and Institutions* (ICFP-JCLI) ke-4 di Bali, Kamis (8/5/2026).

Menurut Thomas, dalam situasi yang menantang ini, independensi kelembagaan menjadi faktor krusial. Hal tersebut berlaku tidak hanya bagi bank sentral, tetapi juga bagi seluruh otoritas pengawas sektor keuangan agar mampu menjaga stabilitas di tengah dinamika ekonomi global.

Konferensi tahunan ini mengusung tema *“Central Banking in Transition: Navigating Interconnected Risks and Institutional Governance and Autonomy in the New Financial Architecture.”* Forum ini menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, serta praktisi dari berbagai negara untuk membedah isu hukum dan kebanksentralan.

BPH Migas Dorong Pemanfaatan CNG sebagai Alternatif Energi Rumah Tangga

Antusiasme dunia terhadap isu tata kelola bank sentral cukup tinggi, terbukti dari masuknya 291 naskah ilmiah (*call for papers*) dari penulis di 34 negara untuk ajang ini.

Dalam forum tersebut, para pakar menyepakati bahwa transformasi digital memang membuka peluang inovasi yang besar. Namun, otoritas terkait harus memperkuat tata kelola, kesiapsiagaan menghadapi krisis, serta menerapkan sistem pengawasan yang lebih adaptif demi menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Komentar

Berita Populer

01

Bapenda Sumbar Latih Pemeriksa Pajak untuk Tingkatkan PAD

02

Rahmat Saleh Tekankan Guru Bentuk Karakter di Era AI

03

Purbaya Jelaskan Sumber Gaji Manajer Kopdes Merah Putih

04

AHY Gagas Giant Sea Wall Pantura Libatkan Investor dan 23 Kementerian

05

BSI Maslahat Resmikan Wakaf Sumur Bor, Atasi Krisis Air Desa Maman

06

TB Hasanuddin Desak Kajian Matang Hibah Kapal Induk Italia

07

Basarnas Pastikan Masih Bisa Komunikasi dengan Korban Terhimpit Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

08

Pasaman Pacu 400 Atlet Lewati Tes Fisik Porprov 2026

Berita Terbaru










× www.domainesia.com
× www.domainesia.com