Tenerife – Otoritas Spanyol memperketat persiapan evakuasi setelah wabah hantavirus di kapal berbendera Belanda yang kini menuju Pulau Tenerife, Kepulauan Canary, di lepas pantai Afrika Barat. Seluruh penumpang akan dipindahkan ke area isolasi khusus begitu kapal sandar, sebelum diterbangkan ke negara asal masing-masing.
Kepala layanan darurat Spanyol, Virginia Barcones, menegaskan proses pemindahan tidak akan melibatkan kontak dengan masyarakat umum. Menurut dia, para penumpang akan dibawa ke lokasi yang benar-benar terisolasi dan berada dalam pengawasan ketat saat tiba di Tenerife.
Sejauh ini, wabah tersebut telah menewaskan tiga orang. Lima penumpang yang sempat turun dari kapal juga dipastikan terinfeksi hantavirus. Meski begitu, operator kapal Oceanwide Expeditions menyatakan tidak ada penumpang maupun awak yang menunjukkan gejala di atas kapal.
Pemerintah Amerika Serikat dan Inggris pun menyiapkan pesawat khusus untuk mengevakuasi warga negaranya. Sebanyak 17 warga AS akan dipindahkan ke fasilitas karantina di University of Nebraska Medical Center, rumah sakit yang pernah menangani pasien Ebola dan kasus awal Covid-19.
“Kami siap menghadapi situasi seperti ini,” kata CEO Nebraska Medicine, Dr Michael Ash.
Di tengah kekhawatiran internasional, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menilai risiko penularan ke masyarakat umum masih rendah. Juru bicara WHO Christian Lindmeier menegaskan wabah ini berbeda dengan pandemi Covid-19.
“Risikonya tetap sangat rendah. Ini bukan Covid baru,” ujarnya.
Hantavirus umumnya menular melalui paparan kotoran hewan pengerat yang terkontaminasi dan tidak mudah berpindah antar manusia. Namun, jenis Andes yang ditemukan dalam kasus di kapal itu diketahui dalam situasi langka dapat menular antarmanusia. Gejala infeksi biasanya baru muncul satu hingga delapan minggu setelah paparan.
Saat ini, pelacakan kontak terus dilakukan di berbagai negara terhadap penumpang yang sempat meninggalkan kapal sebelum wabah terdeteksi. Lebih dari dua lusin penumpang dari setidaknya 12 negara disebut turun pada 24 April tanpa melalui pemeriksaan pelacakan kontak.
Kasus ini ikut memicu kewaspadaan di beberapa negara. Seorang pramugari KLM yang sempat satu penerbangan dengan penumpang terinfeksi dinyatakan negatif setelah menjalani perawatan di ruang isolasi rumah sakit Amsterdam.
Di Inggris, seorang warga yang berada di Pulau Tristan da Cunha diduga turut terinfeksi. Dua warga Inggris lain yang sebelumnya berada di kapal juga telah dipastikan positif dan kini menjalani perawatan di Belanda serta Afrika Selatan.
Sementara itu, di Spanyol, seorang perempuan di Alicante masih diperiksa setelah mengalami gejala yang mengarah pada hantavirus usai berada dalam penerbangan yang sama dengan salah satu korban jiwa.
Pemerintah Spanyol menyatakan proses evakuasi penumpang akan dilakukan bertahap. Rute pemindahan dimulai dengan kapal kecil menuju bus khusus yang telah disiapkan, disusul pengawalan ketat sepanjang perjalanan. Area bandara yang dilalui para penumpang juga akan ditutup sementara untuk mencegah interaksi dengan publik.

