Jakarta, Gonesia.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan bahwa pengusulan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia tidak akan mengusik independensi institusi bank sentral tersebut.
Kepastian ini disampaikan Airlangga menanggapi langkah Presiden Prabowo Subianto yang secara resmi mengajukan satu nama calon untuk menggantikan Perry Warjiyo.
Ia menekankan bahwa status Destry sebagai orang dalam di Bank Indonesia menjadi jaminan utama bahwa ritme kerja dan kebijakan moneter akan tetap terjaga.
“Ya kan kandidat yang ada sekarang kan juga dari internal BI, jadi tidak mengubah skema,” ujar Airlangga kepada wartawan di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (10/8).
Menurut dia, rekam jejak Destry yang telah menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior selama lebih dari satu periode menjadi modal kuat dalam memimpin otoritas moneter nasional.
Ia menilai pengalaman panjang tersebut memberikan keunggulan komparatif bagi Destry dalam memahami dinamika stabilitas sistem keuangan di tanah air.
“Baik lah, karena Bu Destry kan sudah lama menjadi Deputi Gubernur Senior sudah lebih dari satu periode,” lanjutnya.
Selain aspek kompetensi, pemerintah juga menyoroti kelancaran jalur komunikasi yang selama ini telah terbangun secara harmonis antara Destry dan jajaran eksekutif.
Airlangga meyakini bahwa faktor kedekatan profesional ini akan mempercepat proses transisi kepemimpinan di internal bank sentral setelah Perry Warjiyo memutuskan mundur.
“Selama ini komunikasi baik sehingga dan sudah ada di dalam. Jadi dengan demikian harapannya dengan satu nama tersebut bisa dipilih melalui DPR,” tambahnya.
Saat disinggung mengenai kemungkinan adanya kandidat lain yang memiliki kapasitas serupa, Airlangga secara tegas menepis adanya opsi alternatif.
“Tidak ada, tidak ada,” tegasnya singkat terkait pencalonan tersebut.
Meski demikian, pemerintah hingga saat ini belum memberikan bocoran terkait siapa saja sosok yang akan diusulkan untuk mengisi posisi Deputi Gubernur Senior maupun posisi deputi lainnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses seleksi lanjutan akan diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme yang berlaku di Dewan Perwakilan Rakyat.
“Ya nanti kita lihat saja pembahasan di DPR kan kelihatan,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi telah mengonfirmasi pengajuan nama tunggal tersebut melalui konferensi pers resmi di Jakarta pada Senin (10/8).
“Namanya tunggal, satu nama yaitu atas nama Ibu Destry Damayanti yang sekarang beliau menjabat sebagai pejabat gubernur sementara,” ujar Prasetyo seperti dikutip dari laporan Katadata.
Kini, nasib pencalonan Destry sepenuhnya berada di tangan parlemen melalui proses uji kelayakan dan kepatutan.
DPR akan melakukan pendalaman mendalam terhadap visi dan misi yang dibawa oleh calon gubernur tersebut sebelum memberikan persetujuan akhir.
Jika nantinya disetujui, Destry akan menghadapi tantangan besar dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Proses ini sekaligus menandai babak baru bagi regenerasi kepemimpinan di jajaran otoritas moneter nasional setelah masa jabatan Perry Warjiyo berakhir.


