Berita

Kemendagri Dorong Pemda Aktif Kendalikan Lonjakan Inflasi di Daerah

JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyuarakan keprihatinan mendalam atas lonjakan inflasi di berbagai daerah yang kini mulai terasa langsung dampaknya bagi masyarakat, terutama pada kenaikan harga pangan di tingkat konsumen.

Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, mengungkapkan sejumlah wilayah mencatat angka inflasi jauh di atas rata-rata nasional. Salah satunya Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, yang inflasinya mencapai 6,81 persen.

Melihat kondisi ini, Tomsi mendesak para kepala daerah untuk segera turun langsung ke lapangan dan mengambil langkah konkret guna menekan laju kenaikan harga di wilayah masing-masing. Menurutnya, inflasi sebesar 5,32 persen di tingkat provinsi sudah sangat terasa dampaknya bagi perubahan harga di masyarakat.

Tomsi menilai tingginya inflasi tidak selalu disebabkan oleh faktor eksternal seperti masalah distribusi atau cuaca, melainkan seringkali akibat lemahnya pengendalian di tingkat daerah. Ia menyoroti beberapa daerah yang seharusnya mampu mengendalikan harga karena tidak memiliki hambatan distribusi seberat wilayah pegunungan.

Dalam rapat pengendalian inflasi daerah 2025 di Jakarta, Senin (6/10/2025), Tomsi memaparkan daftar provinsi dengan inflasi tertinggi. Provinsi tersebut meliputi Sumatera Utara (5,32 persen), Riau (5,08 persen), Aceh (4,45 persen), Sumatera Barat (4,22 persen), Sulawesi Tengah (3,88 persen), Jambi (3,77 persen), Sulawesi Tenggara (3,68 persen), dan Papua Pegunungan (3,55 persen).

Fadly Amran Tinjau Langsung Rehab Puskesmas Ulak Karang

Selain itu, beberapa kabupaten lain yang mencatat inflasi tinggi adalah Labuhan Batu, Pasaman Barat, Tembilahan, Kerinci, Aceh Tengah, Kampar, Toli-Toli, Karo, dan Luwung. Untuk tingkat kota, tercatat Gunung Sitoli, Padang Sidempuan, Dumai, Bau-Bau, Sibolga, Pekanbaru, Medan, Bukittinggi, dan Lhokseumawe.

Tomsi menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dinas terkait di daerah. Ia menyayangkan masih ada kabupaten atau kota yang terlihat tidak maksimal dalam upayanya, seolah hanya berharap pada takdir semata.

Baginya, upaya pengendalian harga kebutuhan pokok merupakan wujud pengabdian pemerintah kepada masyarakat. Ia mengajak seluruh pihak untuk berbuat yang terbaik agar harga barang-barang konsumsi sehari-hari tetap terjangkau dan tidak mengalami kenaikan yang signifikan.

Komentar

Berita Populer

01

Bapenda Sumbar Latih Pemeriksa Pajak untuk Tingkatkan PAD

02

Rahmat Saleh Tekankan Guru Bentuk Karakter di Era AI

03

AHY Gagas Giant Sea Wall Pantura Libatkan Investor dan 23 Kementerian

04

Purbaya Jelaskan Sumber Gaji Manajer Kopdes Merah Putih

05

BSI Maslahat Resmikan Wakaf Sumur Bor, Atasi Krisis Air Desa Maman

06

KAI Batalkan Sembilan Perjalanan Kereta Jarak Jauh Akibat Tabrakan di Bekasi

07

Pasaman Pacu 400 Atlet Lewati Tes Fisik Porprov 2026

08

Basarnas Pastikan Masih Bisa Komunikasi dengan Korban Terhimpit Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

Berita Terbaru










× www.domainesia.com
× www.domainesia.com