Gonesia – Saham raksasa teknologi Alibaba melonjak tajam di Bursa Hong Kong, Rabu (24/9/2025), mencapai level tertinggi sejak 2021. Kenaikan signifikan ini dipicu oleh rencana investasi besar perusahaan di bidang kecerdasan buatan (AI) serta peluncuran berbagai produk AI inovatif.
Dilansir dari laporan media, harga saham Alibaba sempat menguat lebih dari 6 persen dalam perdagangan hari itu. Secara keseluruhan sepanjang tahun 2025, nilai saham perusahaan tercatat sudah menembus kenaikan sebesar 107 persen.
Chief Executive Officer (CEO) Alibaba, Eddie Wu, menegaskan komitmen perusahaan untuk meningkatkan belanja pengembangan model AI dan infrastruktur pendukungnya. Penambahan investasi ini berada di luar komitmen awal sebesar 380 miliar yuan, atau sekitar 53 miliar dollar AS (setara Rp885 triliun), yang dialokasikan untuk tiga tahun ke depan.
“Kami secara aktif mendorong inisiatif infrastruktur AI tiga tahun senilai 380 miliar yuan dengan rencana untuk mempertahankan dan meningkatkan investasi kami sesuai visi strategis kami dalam era kecerdasan buatan super,” ujar Wu dalam konferensi teknologi tahunan Alibaba Cloud.
Istilah “kecerdasan buatan super” merujuk pada konsep AI yang secara teoretis mampu melampaui kecerdasan manusia, sebuah fokus riset utama bagi banyak perusahaan teknologi global saat ini.
Dalam acara yang sama, Alibaba turut meluncurkan model bahasa besar terbarunya, Qwen3-Max, bersamaan dengan sejumlah pembaruan pada portofolio produk AI mereka.
Wu menekankan bahwa Alibaba Cloud kini memposisikan diri sebagai penyedia layanan AI penuh. Layanan ini mencakup penyediaan daya komputasi yang esensial untuk melatih dan mengimplementasikan model AI besar melalui jaringan pusat data mereka.
“Investasi kumulatif dalam AI global dalam lima tahun ke depan akan melebihi 4 triliun dollar AS (Rp66.752 triliun), dan ini merupakan investasi terbesar dalam daya komputasi serta riset dan pengembangan sepanjang sejarah,” tambahnya.
Alibaba Cloud juga terus memperluas jangkauan globalnya dengan membuka pusat data di Brasil, Prancis, dan Belanda. Perusahaan berencana menghadirkan pusat data baru di Meksiko, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, dan Dubai pada tahun depan.
Pada bulan sebelumnya, Alibaba telah menjalin kerja sama dengan Unicom, salah satu perusahaan e-commerce terbesar di China. Kolaborasi ini berfokus pada penggunaan akselerator AI yang dikembangkan oleh unit semikonduktor Alibaba, sebuah langkah strategis untuk memperkuat kemandirian chip di tengah dinamika ketegangan global.

