Las Vegas – Petinju Amerika Serikat, Shawn Porter, melontarkan kritik keras terhadap keputusan juri dalam duel akbar Terence Crawford melawan Canelo Alvarez. Porter menganggap juri telah membuat kesalahan fatal dalam penilaian, yang seharusnya memberikan kemenangan lebih telak bagi Crawford.
Menurut Porter, juri seharusnya memberikan keunggulan jauh lebih besar kepada Crawford, bahkan mencapai skor 8-2 atau 10-2 dalam ronde. Ia merasa bahwa sejumlah pukulan keras yang dilancarkan Crawford kurang mendapatkan apresiasi dari dewan juri, padahal pukulan tersebut dianggap sangat signifikan oleh kalangan petinju profesional.
Bentrokan perebutan gelar kelas menengah super itu berlangsung pada Minggu, 14 September 2025, di Allegiant Stadium, Las Vegas, Amerika Serikat. Dalam pertarungan 12 ronde tersebut, Crawford berhasil mengamankan kemenangan angka mutlak dengan skor 115-113, 115-113, dan 116-112.
Kemenangan ini merupakan pencapaian luar biasa bagi Crawford. Ia tidak hanya mengalahkan Alvarez di kelas yang telah lama didominasi lawannya, tetapi juga resmi menjadi petinju pertama di era modern yang menguasai tiga kelas berbeda.
Setelah mengukir sejarah dengan mengalahkan Alvarez, jagat tinju kini menantikan langkah selanjutnya dari “Bud” Crawford. Berbagai spekulasi dan saran mulai bermunculan mengenai masa depan kariernya.
Salah satu saran datang dari petinju legendaris, Roy Jones Jr. Ia menyarankan Crawford untuk segera pensiun. Jones berpendapat bahwa tidak ada lagi petinju yang dapat menyamai atau melampaui pencapaian gemilang yang telah diraih oleh Crawford.

