IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Berita

Pemerintah Menepis Monopoli Pasokan BBM ke SPBU Swasta

Jakarta – Pejabat tinggi pemerintah menepis dugaan monopoli pasokan bahan bakar minyak (BBM) di tengah keluhan kekurangan stok yang melanda sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta. Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aries Marsudiyanto serta Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri secara terpisah menegaskan tidak ada praktik monopoli dalam distribusi BBM. Mereka justru mendorong kolaborasi antara SPBU swasta dengan Pertamina untuk mengatasi permasalahan ini.

Aries Marsudiyanto menyatakan, “Tidak ada monopoli. Semuanya kan didistribusikan dengan sebaik-baiknya.” Pernyataan tersebut disampaikannya usai mengikuti rapat terbatas mengenai energi terbarukan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada 16 September 2025.

Senada dengan Aries, Simon Aloysius Mantiri juga menegaskan, “Tidak ada sama sekali monopoli.” Ia menjelaskan, kekurangan stok di beberapa SPBU swasta terjadi sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan. Simon menyampaikan hal ini di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis, 11 September 2025.

Simon merinci, SPBU milik Pertamina dan swasta menerima alokasi pasokan yang berbeda, menyesuaikan permintaan pasar. Ia memastikan stok Pertamina tetap aman hingga akhir tahun. Pemerintah, lanjut Simon, sedang menyusun regulasi baru yang memungkinkan SPBU swasta membeli BBM melalui Pertamina. Kebijakan ini dinilai dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi kekurangan pasokan, dan Pertamina pun siap menjadi distributor utama dalam skema penyaluran tersebut.

Sehari sebelum pernyataan Aries, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia telah meminta pengelola SPBU swasta untuk menjalin kerja sama dengan Pertamina demi menjamin ketersediaan stok BBM. Ketua Umum Partai Golkar itu mengungkapkan, pemerintah telah memberikan kuota impor sebesar 110 persen tahun ini dibandingkan 2024.

BK DPR RI Perkuat Telesurvei untuk Susun RUU Akurat

“Kalau masih ada kekurangan, kami minta untuk melakukan kolaborasi dengan Pertamina. Kenapa? Karena ini terkait dengan hajat hidup orang banyak,” ujar Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada 15 September 2025. Ia juga menyebut tim telah dibentuk untuk menangani isu kekurangan stok ini, namun Bahlil belum dapat memastikan ketersediaan pasokan tambahan untuk SPBU swasta hingga akhir tahun.

Saat dimintai tanggapan mengenai dugaan monopoli BBM oleh Pertamina, Bahlil memilih untuk tidak berkomentar. Ia segera bergegas menuju mobilnya setelah rapat terbatas. Sementara itu, Aries Marsudiyanto menambahkan bahwa jika muncul masalah teknis di lapangan, semua pihak terkait perlu mendiskusikannya secara konstruktif. Ia menilai adanya perbedaan antara keputusan yang diambil dan implementasi di lapangan harus dievaluasi secara menyeluruh.

Komentar