Berita

Tiga Menteri Prabowo Bahas Perumahan di Kemenkeu, Sinyal Prioritas?

Jakarta – Tiga menteri Kabinet Prabowo Subianto yang tergabung dalam Komite Tapera 2024-2029 menggelar pertemuan penting di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, pada Rabu (27/8/2025). Diskusi ini menghasilkan arahan strategis untuk Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera, dengan fokus pada peningkatan tata kelola dan efisiensi alokasi anggaran.

Para menteri yang hadir meliputi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, dan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. Mereka didampingi Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho dan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi.

Usai pertemuan, Maruarar Sirait mengungkapkan bahwa Menaker Yassierli memberikan masukan strategis mengenai data dan kinerja pengembangan marketing database yang perlu diperkuat. Sementara itu, Menkeu Sri Mulyani menekankan agar pembangunan perumahan difokuskan di daerah-daerah strategis.

Area prioritas pembangunan meliputi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan sentra-sentra industri penting seperti Serang, Batang, Morowali, serta Gresik.

BP Tapera sendiri menerima instruksi untuk memperbaiki tata kelola secara menyeluruh. Perbaikan ini mencakup pembukaan dana, sumber daya manusia (SDM), dan infrastruktur berbasis IT guna meningkatkan ekosistem pembiayaan perumahan.

AMEC Ulas Geopolitik Timteng, Palestina dan Iran Makin Terjepit

Selain itu, BP Tapera juga diinstruksikan untuk meningkatkan kualitas research and development (penelitian dan pengembangan). Hal ini bertujuan agar alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pembiayaan perumahan di masa depan dapat lebih efisien.

Heru Pudyo Nugroho menjelaskan bahwa Sri Mulyani berharap alokasi APBN dapat menghasilkan efisiensi yang lebih baik, namun dengan peningkatan leverage output. Heru juga melaporkan bahwa BP Tapera telah menyalurkan bantuan sekitar Rp 18,4 triliun untuk 161.500 unit rumah subsidi sejak 1 Januari 2025, yang merupakan 47 persen dari total dana Rp 35 triliun.

Komentar

Berita Populer

01

Bapenda Sumbar Latih Pemeriksa Pajak untuk Tingkatkan PAD

02

Rahmat Saleh Tekankan Guru Bentuk Karakter di Era AI

03

Purbaya Jelaskan Sumber Gaji Manajer Kopdes Merah Putih

04

BSI Maslahat Resmikan Wakaf Sumur Bor, Atasi Krisis Air Desa Maman

05

AHY Gagas Giant Sea Wall Pantura Libatkan Investor dan 23 Kementerian

06

Basarnas Pastikan Masih Bisa Komunikasi dengan Korban Terhimpit Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

07

TB Hasanuddin Desak Kajian Matang Hibah Kapal Induk Italia

08

Pasaman Pacu 400 Atlet Lewati Tes Fisik Porprov 2026

Berita Terbaru










× www.domainesia.com
× www.domainesia.com