SURABAYA, Gonesia.com – Dewa United Banten FC sukses mencuri tiga poin krusial dari markas Persik Kediri dalam laga pembuka BRI Super League musim 2026/2027 yang berlangsung di Stadion Brawijaya, Sabtu (5/9).
Kemenangan tipis 1-0 bagi tim tamu dipastikan melalui gol tunggal yang dicetak oleh striker muda berbakat, Rafael Struick, saat pertandingan baru berjalan 15 menit.
Hasil positif ini sekaligus menjadi debut manis bagi pelatih Dewa United, Osmar Loss, dalam mengarungi ketatnya kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia.
Meski berhasil mengamankan kemenangan, Osmar Loss mengakui bahwa laga perdana tersebut merupakan ujian yang sangat menantang bagi skuad asuhannya.
Juru taktik asal Brasil itu memberikan apresiasi tinggi terhadap determinasi para pemainnya yang mampu bertahan dari gempuran tuan rumah hingga peluit panjang dibunyikan.
“Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat yang kami terima di sini. Pertandingan ini sangat sulit. Kami tahu betapa sulitnya meraih poin di markas Persik Kediri,” kata Osmar Loss seusai laga dikutip dari JPNN.com, Minggu (6/9).
Ia menegaskan bahwa raihan poin penuh di laga tandang ini menjadi aset berharga bagi timnya untuk membangun kepercayaan diri di sepanjang musim.
Baginya, kemenangan ini juga berfungsi sebagai media pembelajaran bagi para pemain dalam mengelola tekanan mental saat menghadapi lawan yang bermain agresif.
“Kami sangat senang bisa mendapatkan tiga poin ini. Kemenangan ini akan menjadi pelajaran penting bagi kami untuk memahami bagaimana cara mengatasi pertandingan-pertandingan sulit seperti ini,” ujarnya.
Strategi yang diterapkan Osmar terlihat mengalami penyesuaian signifikan ketika ia memutuskan untuk memasukkan Taisei Marukawa pada babak kedua.
Kehadiran gelandang asal Jepang tersebut terbukti berhasil mengubah dinamika permainan Dewa United menjadi lebih cair dan dinamis.
Masuknya pemain tersebut memberikan dimensi baru bagi tim dalam membangun skema serangan balik yang lebih terorganisir ke jantung pertahanan lawan.
“Saya pikir ketika Marukawa masuk ke lapangan, permainan menjadi lebih terbuka. Kami mendapatkan pilihan yang jelas untuk melancarkan serangan balik, dan dia menjalankan peran itu dengan baik,” jelasnya.
Namun, efisiensi di depan gawang masih menjadi catatan evaluasi bagi tim pelatih karena sejumlah peluang emas untuk menggandakan keunggulan gagal dikonversi menjadi gol.
Kondisi tersebut sempat membuat Dewa United berada dalam situasi genting karena harus menahan gelombang serangan bertubi-tubi dari Persik Kediri di pengujung laga.
“Kami sejatinya memiliki banyak kesempatan dari serangan balik untuk mencetak gol kedua dan menyegel pertandingan. Sayangnya kami melewatkan peluang-peluang itu, sehingga hingga akhir laga kami harus berjuang keras mengontrol tekanan serangan dari Persik Kediri,” tutur dia.
Kemenangan ini menempatkan Dewa United di posisi yang menguntungkan dalam klasemen sementara BRI Super League.
Tim akan segera melakukan pemulihan kondisi sebelum menatap jadwal pertandingan berikutnya yang diprediksi akan jauh lebih sengit.


