JAKARTA, Gonesia.com – Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menekankan pentingnya proses adaptasi bagi penyerang anyar Mauro Zijlstra menjelang bergulirnya kompetisi BRI Super League musim 2026/2027.
Pemain yang didatangkan dengan status pinjaman dari Persija Jakarta tersebut saat ini sedang fokus membangun keterikatan permainan dengan rekan setimnya di Malang.
Marcos menilai bahwa koneksi antar pemain di lapangan menjadi kunci utama agar Zijlstra mampu menerima suplai bola secara maksimal di area pertahanan lawan.
“Dia masih perlu membangun chemistry dengan tim, tetapi dia juga masih muda. Semoga dalam 10 hari ke depan menjelang liga dimulai, dia akan melakukan pekerjaan yang lebih baik karena dia akan mengenal rekan setimnya lebih baik daripada sekarang,” ungkap Marcos sebagaimana dilansir dari laman resmi klub, Kamis (27/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan oleh pelatih asal Brasil itu setelah melihat aksi perdana Zijlstra dalam laga persahabatan melawan Deltras FC.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan pada Rabu tersebut menjadi panggung bagi Zijlstra untuk mulai menjajaki pola permainan Singo Edan.
Meskipun penampilan debutnya belum terlihat maksimal, Marcos menganggap hal tersebut sebagai konsekuensi logis dari waktu kedatangan sang pemain yang relatif singkat.
“Bagus memiliki Mauro sebagai pemain yang akan bermain di posisi yang Anda katakan, seperti di area penalti, di dalam kotak penalti. Tapi dia baru berada di sini sekitar tiga atau empat hari. Jadi belum banyak waktu untuknya,” ujarnya.
Zijlstra sendiri merupakan pemain berusia 21 tahun berdarah Belanda yang diharapkan mampu menjadi ujung tombak tajam bagi lini depan Arema FC.
Keputusan manajemen Arema FC meminjam pemain tersebut dari Persija Jakarta menjadi salah satu langkah strategis klub di bursa transfer musim panas ini.
Dalam laga uji coba melawan Deltras FC tersebut, Arema FC sukses mengamankan kemenangan dengan skor 2-0.
Dua gol kemenangan tim berjuluk Singo Edan itu masing-masing dicetak oleh Johan Alfarizi dan Hamzah Titofani.
Hasil positif tersebut sekaligus memperpanjang tren kemenangan Arema FC selama masa persiapan pramusim.
Sebelumnya, skuad asuhan Marcos Santos juga berhasil menumbangkan Rans Nusantara FC dengan skor identik 2-0 pada pekan lalu.
Rentetan hasil positif ini memberikan optimisme tersendiri bagi pendukung Arema FC menjelang dimulainya kompetisi resmi.
Kini, seluruh perhatian tertuju pada perkembangan performa Zijlstra dalam sepuluh hari masa persiapan terakhir sebelum liga dimulai.
Diharapkan, waktu yang tersisa cukup bagi pemain muda tersebut untuk memahami taktik yang diinginkan oleh staf pelatih.
Jika proses adaptasi berjalan lancar, Zijlstra diprediksi akan menjadi ancaman serius bagi lawan-lawan Arema FC di musim 2026/2027.
Klub saat ini terus menggenjot intensitas latihan demi mencapai kondisi fisik dan mental terbaik bagi seluruh pemain.
Marcos tetap berkomitmen untuk memberikan porsi latihan yang tepat agar seluruh pemain, termasuk wajah baru, bisa menyatu dalam skema permainan tim.
Kesiapan fisik dan kekompakan tim akan menjadi modal utama Arema FC dalam mengarungi ketatnya persaingan di BRI Super League musim mendatang.


