IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

Protelindo Grup Djarum Resmi Kuasai 10,86% Saham Bakrie Telecom

Logo PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) dan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL)
Protelindo resmi menjadi pemegang saham sebesar 10,86% di PT Bakrie Telecom Tbk setelah konversi obligasi.

JAKARTA, Gonesia.com – PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) resmi mencatatkan diri sebagai pemegang saham signifikan di PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) setelah menuntaskan konversi Obligasi Wajib Konversi (OWK).

Langkah strategis anak usaha Grup Djarum ini diumumkan melalui laporan resmi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dirilis pada Senin, 24 Agustus 2026.

Protelindo kini menguasai sebanyak 4,85 miliar lembar saham BTEL yang setara dengan porsi kepemilikan sebesar 10,86% dari total modal disetor perusahaan.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Kontan, transaksi konversi tersebut dieksekusi pada 20 Agustus 2026 dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 200 per saham.

Sebelum aksi korporasi ini berlangsung, Protelindo tercatat tidak memiliki posisi kepemilikan saham secara langsung di emiten telekomunikasi tersebut.

Strategi Unilever Lepas Bisnis Makanan: Peluang dan Tantangan bagi UNVR

Secara rinci, perusahaan infrastruktur telekomunikasi ini memperoleh sebanyak 4.846.785.385 saham biasa hasil dari konversi instrumen obligasi yang dimilikinya.

Meskipun porsi kepemilikan sahamnya kini telah menembus ambang batas 10% dari total hak suara, pihak Protelindo memberikan penegasan penting terkait statusnya.

Ia menegaskan bahwa perusahaan bukan merupakan pemegang saham pengendali di dalam struktur organisasi PT Bakrie Telecom Tbk.

Masuknya Protelindo menambah daftar panjang pemegang saham besar yang memengaruhi struktur modal BTEL saat ini.

Sebelumnya, komposisi pemegang saham BTEL didominasi oleh PT Huawei Tech Investment dengan kepemilikan 16,13% atau setara 6,19 miliar saham.

Konflik Geopolitik Mendorong Kenaikan Harga Emas di Pasar Global

Selain itu, terdapat PT Mahindo Agung Sentosa yang menggenggam 5 miliar saham atau sekitar 13,05% dari total modal perusahaan.

Pihak lainnya termasuk PT Bakrie Global Ventura sebesar 6,89%, PT Bioful ICPD3103J7636021NDO Sumatra sebesar 8,21%, serta Raiffeisen Bank International AG sebesar 5,77%.

Porsi kepemilikan masyarakat sendiri tercatat masih mendominasi dengan jumlah 19,03 miliar saham atau setara 49,65% dari total saham yang beredar.

Aksi konversi OWK ini tidak hanya melibatkan Protelindo sebagai pihak tunggal dalam proses tersebut.

Terdapat lima entitas korporasi lain yang turut mengonversi OWK mereka menjadi saham biasa pada periode yang sama.

PT Swayasa Prakarsa Milik UGM Incar Dana IPO Rp45,22 Miliar

PT Inti Bangun Sejahtera Tbk tercatat melakukan konversi menjadi 250,81 juta saham baru.

Selain itu, PT Solusi Tunas Pratama Tbk mengonversi OWK menjadi sebanyak 888,12 juta saham.

Entitas lainnya yang terlibat meliputi PT Komet Infra Nusantara sebanyak 47,36 juta saham, PT Sarana Inti Persada sebanyak 35,51 juta saham, dan PT Reka Jasa Akses sebanyak 247,50 juta saham.

Secara kumulatif, total saham baru yang diterbitkan dari aksi konversi OWK pada 20 Agustus 2026 mencapai 6.316.077.218 saham.

Sebelum pelaksanaan konversi ini, jumlah saham BTEL yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah 38.330.244.255 saham.

Pasca-konversi, total saham BTEL yang tercatat di bursa melonjak menjadi 44.646.321.473 saham per 20 Agustus 2026.

Secara keseluruhan, aksi korporasi ini berhasil meningkatkan jumlah saham beredar BTEL di pasar modal sebesar 16,5% dibandingkan posisi sebelumnya.

Komentar

Berita Populer

01

Saham Blue Chip Tertekan, Simak Peluang Rebound Semester II 2026

02

Manufaktur Indonesia Targetkan Pertumbuhan 5,51 Persen di 2026

03

Contraflow Jakarta-Cikampek KM 55-65 Berlaku: Cek Info Terbaru!

04

PLTMG Gunungsitoli Amankan Listrik Nias, Hadapi Cuaca Ekstrem Saat Nataru

05

Profil Erling Haaland: Harapan Norwegia dan Kandidat Top Skor Piala Dunia 2026

06

Biochar Sisik Ikan Perkuat Komposit Serat Karbon, Kurangi Limbah, Tingkatkan Kekuatan

07

Petugas PPSU Jakarta Utara Menjaga Integritas Kerja di Tengah Godaan Manipulasi

08

Bencana Sumatra Rusak Parah 54 Sekolah; Siswa Belajar di Tenda

Berita Terbaru