IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

IHSG Menguat 2,78% Sepekan, Simak Saham Pilihan yang Diborong Asing

Tampilan layar pergerakan grafik Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia
IHSG mencatatkan penguatan sebesar 2,78% ke level 6.409,65 sepanjang pekan terakhir.

JAKARTA, Gonesia.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan ketahanan impresif dengan mencatatkan penguatan sebesar 2,78% ke level 6.409,65 sepanjang periode perdagangan sepekan terakhir.

Performa positif ini tetap terjaga meskipun arus modal asing secara keseluruhan masih menunjukkan tren keluar dari pasar modal domestik.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI Business mencatat investor asing melakukan aksi jual bersih atau net sell senilai Rp 791,2 miliar dalam kurun waktu lima hari perdagangan.

Kondisi pasar yang kontradiktif ini menandakan adanya pergeseran strategi dari pelaku pasar global yang mulai selektif dalam mengakumulasi aset tertentu.

Dominasi penguatan indeks pada perdagangan penutupan Jumat (7/8/2026) lalu yang naik 1,04% menjadi katalis utama bagi sentimen investor ritel lokal.

Bank Jakarta perkuat fondasi transformasi berkelanjutan

Sektor perbankan dan komoditas kini menjadi magnet utama bagi para investor asing yang tetap aktif melakukan pembelian di tengah gelombang penjualan bersih.

Beberapa saham perbankan papan atas seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terpantau kembali masuk dalam daftar koleksi asing.

Selain sektor keuangan, emiten di sektor komoditas dan energi juga menarik minat beli yang signifikan dari para pemodal mancanegara.

PT Timah Tbk (TINS) mencatatkan posisi sebagai saham dengan nilai net buy asing terbesar selama sepekan, yakni mencapai Rp 414,1 miliar.

Di urutan kedua, saham BBRI menyusul dengan catatan beli bersih asing sebesar Rp 280,64 miliar.

IHSG Menguat 2,78% Sepekan, Simak Proyeksi Analis untuk Perdagangan Berikutnya

Peringkat ketiga ditempati oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dengan nilai akumulasi mencapai Rp 234,01 miliar.

Selanjutnya, saham BMRI mencatatkan beli bersih sebesar Rp 174,08 miliar disusul BBCA dengan nilai Rp 132,85 miliar.

Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turut mencatatkan net buy asing sebesar Rp 111,4 miliar dalam periode yang sama.

Emiten rokok PT Gudang Garam Tbk (GGRM) juga masuk dalam daftar dengan nilai beli bersih mencapai Rp 102,6 miliar.

Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menyusul dengan perolehan net buy sebesar Rp 91,81 miliar.

Harga Emas Antam Naik Rp40.000 Jadi Rp2,69 Juta per Gram

Melengkapi daftar sepuluh besar, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatatkan beli bersih Rp 77,01 miliar.

Terakhir, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) ditutup dengan total net buy asing sebesar Rp 59,15 miliar dalam sepekan terakhir.

Analis menilai bahwa masuknya dana asing pada saham-saham spesifik ini menjadi sinyal adanya kepercayaan terhadap fundamental emiten di tengah volatilitas pasar global.

Secara teknikal, pergerakan IHSG yang mampu bertahan di zona hijau memberikan optimisme bagi para pelaku pasar untuk tetap bertransaksi di bursa.

Meskipun angka net sell total masih cukup besar, konsentrasi pembelian pada saham berkapitalisasi besar menunjukkan bahwa investor asing masih melihat potensi pertumbuhan jangka panjang di pasar Indonesia.

Struktur portofolio asing yang terkonsentrasi pada sektor perbankan mencerminkan strategi defensif sekaligus antisipatif terhadap prospek ekonomi domestik.

Data perdagangan hingga Sabtu (8/8/2026) ini mengonfirmasi bahwa dinamika pasar saham Indonesia tetap dipengaruhi oleh keseimbangan antara aksi ambil untung dan akumulasi pada saham-saham berfundamental kuat.

Komentar