IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

Wall Street Cetak Rekor Baru Berkat Data Ketenagakerjaan AS yang Melemah

Tampilan layar perdagangan saham Wall Street di bursa efek New York yang menunjukkan kenaikan indeks S&P 500.
Indeks S&P 500 mencetak rekor penutupan tertinggi baru setelah data ketenagakerjaan AS yang melemah memicu optimisme pasar.

New York, Gonesia.com – Indeks S&P 500 berhasil menembus rekor penutupan tertinggi baru pada perdagangan Jumat (7/8/2026) setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lesu justru memicu optimisme investor mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed.

Data terbaru dari Departemen Tenaga Kerja AS yang dikutip Reuters menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja nonpertanian atau nonfarm payrolls mengalami penurunan sebesar 23.000 posisi pada Juli 2026.

Realisasi tersebut tercatat jauh di bawah ekspektasi para ekonom yang disurvei Reuters, di mana sebelumnya diproyeksikan adanya penambahan tenaga kerja sebanyak 80.000 orang.

Kondisi pasar tenaga kerja yang melambat ini memberikan sinyal kuat bagi investor untuk mulai menurunkan ekspektasi mereka terhadap potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada pertemuan September mendatang.

Berdasarkan data CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga kini menyusut ke level 44 persen, turun drastis dari posisi 55 persen pada sesi sebelumnya dan 67 persen sepekan lalu.

BP BUMN dan Danantara Percepat Hilirisasi PTPN untuk Ketahanan Nasional

Selain data tenaga kerja, meredanya ketegangan geopolitik terkait potensi kesepakatan damai dalam perang Iran turut menekan harga minyak mentah global.

Penurunan harga komoditas energi tersebut membantu meredam kekhawatiran inflasi yang selama ini menjadi alasan utama The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat.

Penurunan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah AS juga memberikan dorongan signifikan bagi aset berisiko, yang kemudian memicu aksi beli masif pada instrumen saham.

Meski pasar bereaksi positif, beberapa analis tetap menyoroti adanya paradoks dalam dinamika ekonomi saat ini.

“Anda mungkin harus menurunkan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan lapangan kerja, tetapi jika suku bunga diturunkan, Anda juga akan mendorong inflasi. Jadi, kondisi saat ini cukup sulit, tetapi pasar justru terus melaju karena kinerja laba perusahaan sangat kuat,” ujar Tom Siomades, Chief Market Economist AE Wealth Management.

Bank bjb Raih Lima Penghargaan Titanium di Ajang PRIMA Awards 2026

Ia menambahkan bahwa terdapat ketidaksesuaian antara fundamental ekonomi dengan respon pasar yang terus mencetak rekor.

“Pasar seharusnya bereaksi terhadap angka lapangan kerja yang lemah dan inflasi yang lebih tinggi serta kemungkinan ekonomi tumbuh lambat yang mungkin membutuhkan kenaikan suku bunga, bukan pemangkasan. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Pasar mencetak rekor,” kata Siomades.

Optimisme investor juga ditopang oleh solidnya laporan keuangan perusahaan-perusahaan besar di AS.

Sebanyak 85,1 persen dari 436 perusahaan dalam indeks S&P 500 yang telah melaporkan kinerja keuangan hingga Jumat pagi berhasil melampaui ekspektasi analis, merujuk data LSEG.

Catatan tersebut melampaui rata-rata historis sebesar 68 persen yang tercatat sejak tahun 1994.

RLCO Perluas Bisnis Melalui Diversifikasi Produk Sarang Burung Walet

Pada penutupan bursa, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,28 persen ke level 54.036,93, sementara S&P 500 menguat 0,62 persen ke 7.757,64.

Indeks Nasdaq Composite mencatat kenaikan paling impresif sebesar 1,30 persen menuju level 26.690,62.

Sepanjang pekan ini, ketiga indeks utama tersebut mencatatkan performa mingguan terbaiknya sejak pertengahan April 2026.

Di sisi lain, saham individu seperti SpaceX melonjak 15,8 persen, sementara Atlassian mencatatkan lonjakan harian tertinggi dalam sejarah perusahaan sebesar 35,3 persen.

Sebaliknya, saham Trade Desk tertekan cukup dalam dengan penurunan 21,9 persen akibat proyeksi pendapatan kuartal ketiga yang mengecewakan pasar.

Komentar

Berita Populer

01

Saham Blue Chip Tertekan, Simak Peluang Rebound Semester II 2026

02

Kasus Asusila TransJakarta: Polisi Ungkap Fakta Baru, Pelaku Saling Meraba

03

Manufaktur Indonesia Targetkan Pertumbuhan 5,51 Persen di 2026

04

PLTMG Gunungsitoli Amankan Listrik Nias, Hadapi Cuaca Ekstrem Saat Nataru

05

Contraflow Jakarta-Cikampek KM 55-65 Berlaku: Cek Info Terbaru!

06

Biochar Sisik Ikan Perkuat Komposit Serat Karbon, Kurangi Limbah, Tingkatkan Kekuatan

07

DPRD Padang Desak Pemko Berantas Pungli, Selamatkan Pariwisata Pantai

08

Petugas PPSU Jakarta Utara Menjaga Integritas Kerja di Tengah Godaan Manipulasi

Berita Terbaru