Jakarta – Anggota Komisi IV DPR Usman Husin mendesak Kementerian Kehutanan memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan, wilayah yang hampir tiap musim kemarau kembali dilanda karhutla di titik-titik yang sama.
Ia menilai, pola penanganan pemerintah semestinya sudah lebih maju karena kejadian serupa terus berulang dari tahun ke tahun. Menurut Usman, fokus utama tidak boleh semata-mata tertuju pada pemadaman saat api sudah membesar.
“Karhutla ini terjadi hampir setiap tahun dan bahkan di lokasi yang sama. Seharusnya Kementerian Kehutanan sudah punya langkah antisipasi sejak awal agar kebakaran bisa dicegah sebelum meluas,” kata Usman Husin kepada Parlementaria, Jumat (7/8/2026).
Usman menekankan pentingnya koordinasi yang lebih solid antara Kementerian Kehutanan, pemerintah daerah, dan seluruh instansi terkait. Sinergi itu, kata dia, dibutuhkan untuk memetakan kawasan rawan, memperkuat patroli, dan menyiapkan mitigasi sebelum puncak musim kemarau.
“Kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh instansi terkait harus diperkuat. Pencegahan sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi,” ujarnya.
Legislator asal Dapil NTT itu juga meminta pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh daerah-daerah yang selama ini masuk kategori rawan karhutla. Evaluasi, menurut dia, diperlukan agar langkah penanganan lebih tepat sasaran dan tidak terus mengulang persoalan yang sama setiap tahun.
Di sisi lain, pemerintah telah menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatera Selatan untuk mempercepat pengendalian potensi karhutla. Operasi hujan buatan itu dimulai pada Selasa (4/8/2026) dan dijadwalkan berlangsung hingga Senin (10/8/2026).
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, menyebut OMC tersebut mendapat dukungan penuh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“OMC mulai dilaksanakan sejak Selasa, 4 Agustus 2026. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari BNPB dan direncanakan berlangsung hingga 10 Agustus 2026,” kata Ferdian.
Meski mengapresiasi langkah itu, Usman menilai OMC hanya bersifat sebagai pelengkap dalam situasi darurat. Ia menegaskan, strategi utama pemerintah tetap harus menitikberatkan pada pencegahan agar karhutla tidak terus berulang setiap musim kemarau.


