IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

Peluang Danantara Jadi Pemegang Saham Bandara Internasional Madinah

Ilustrasi Bandara Internasional Pangeran Mohammad Bin Abdulaziz di Madinah, Arab Saudi.
Pemerintah Arab Saudi menawarkan Danantara untuk mengakuisisi saham di Bandara Internasional Pangeran Mohammad Bin Abdulaziz, Madinah.

JAKARTA, Gonesia.com — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) resmi mendapatkan tawaran strategis dari Pemerintah Arab Saudi untuk mengakuisisi porsi kepemilikan saham di Bandara Internasional Pangeran Mohammad Bin Abdulaziz, Madinah.

Langkah ini menjadi pintu masuk baru bagi Indonesia untuk memperluas portofolio investasi aset infrastruktur di luar negeri, khususnya di pusat destinasi religi dunia.

Tawaran tersebut muncul sebagai hasil nyata dari serangkaian pertemuan bilateral antara delegasi Danantara dengan otoritas terkait di Arab Saudi.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Danantara telah membangun komunikasi intensif dengan Kementerian Investasi Arab Saudi hingga penasihat Raja Arab Saudi guna mematangkan skema kerja sama.

Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, mengonfirmasi bahwa pemerintah Arab Saudi secara terbuka memberikan peluang kepada Danantara untuk menjadi pemegang saham di fasilitas vital tersebut.

Nengah Dorong Perbaikan Maritim, Urai Antrean, dan Dampak Ekonomi Cruise

“Ditawarkan untuk Danantara mempunyai porsi kepemilikan di Airport Madinah. Hal itu ditawarkan langsung kepada saya,” kata Rosan di Istana Merdeka Jakarta pada Kamis (6/8).

Ia menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan kajian mendalam terkait teknis dan valuasi dari tawaran kepemilikan tersebut.

Langkah tindak lanjut akan segera dilakukan dengan menjadwalkan pertemuan teknis antara tim Danantara dengan pihak pengelola bandara.

Pihak yang dituju untuk pembicaraan lebih lanjut adalah Mada International Holding, entitas yang mengelola Bandara Madinah melalui Tibah Airports.

Tibah Airports sendiri merupakan pemegang konsesi resmi yang bertanggung jawab atas operasional dan pengembangan Bandara Internasional Pangeran Mohammad Bin Abdulaziz.

Penjualan Kalbe Farma Tumbuh 14 Persen, Laba Tertekan di Semester I-2026

“Kami sedang menjajaki, nanti tim akan segera bertemu dengan timnya dari Mada Group yang mempunyai airport di Madinah tersebut,” ujar Rosan.

Kehadiran Danantara dalam pengelolaan bandara tersebut diprediksi akan memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem layanan jamaah haji dan umrah.

Selain aspek bisnis, partisipasi ini juga dipandang sebagai upaya strategis untuk mempererat hubungan diplomatik antara kedua negara melalui sektor ekonomi.

Pengelolaan bandara di Madinah memiliki nilai strategis yang tinggi mengingat volume arus penumpang dan jamaah dari Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia.

Keterlibatan Danantara di sektor ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi pengelolaan aset negara di kancah internasional.

Tugu Insurance Cetak Laba Rp480,29 Miliar di Semester I 2026

Hingga saat ini, Danantara masih memprioritaskan proses verifikasi data dan skema bisnis sebelum mengambil keputusan final terkait investasi tersebut.

Pemerintah berkomitmen untuk memastikan setiap investasi yang dilakukan oleh Danantara memberikan keuntungan jangka panjang bagi kepentingan nasional.

Komunikasi antara kedua belah pihak dipastikan akan terus berlanjut guna merumuskan bentuk kerja sama yang paling menguntungkan bagi Danantara dan pihak pengelola di Arab Saudi.

Komentar