IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Sport

Bernardo Tavares Kritik Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026

Pelatih Bernardo Tavares memberikan keterangan pers terkait kritik jadwal semifinal Piala Presiden 2026
Pelatih Bernardo Tavares melayangkan kritik terhadap penentuan lokasi semifinal Piala Presiden 2026.

GIANYAR, Gonesia.com – Pelatih kepala Bernardo Tavares melontarkan kritik tajam terhadap penyelenggara turnamen terkait penentuan lokasi pertandingan semifinal Piala Presiden 2026 yang dinilai merugikan timnya.

Keputusan menempatkan laga antara skuad asuhannya melawan Arema FC di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, memicu ketegangan di tengah jadwal kompetisi yang padat.

Ia secara terbuka menyatakan ketidakpuasannya karena merasa diperlakukan secara tidak adil oleh pihak penyelenggara.

“Menurut saya, itu sangat tidak adil karena kami harus menempuh perjalanan lebih jauh ke tempat lain,” kata Tavares dalam sesi konferensi pers yang dikutip dari JawaPos, Sabtu (1/8).

Masalah utama yang disoroti oleh sang pelatih bukan sekadar lokasi stadion, melainkan durasi waktu pemulihan fisik para pemainnya.

Nadeo Argawinata Ungkap Penyebab Kekalahan Timnas Indonesia dari Vietnam

Skuadnya hanya memiliki jeda istirahat selama dua hari saja sebelum harus kembali turun ke lapangan untuk menjalani laga krusial tersebut.

Kondisi tersebut kontras dengan rival yang akan mereka hadapi di babak empat besar nanti.

“Sementara Arema FC punya waktu istirahat sehari lebih banyak. Saya yakin pemain kami tidak akan pulih dengan baik. Para pemain ini bukanlah mesin,” tegas pelatih berusia 46 tahun itu.

Ia menekankan bahwa kelelahan fisik akibat jadwal yang tidak merata akan berdampak langsung pada performa tim di lapangan.

Menurutnya, Stadion Gelora Bung Tomo di Surabaya seharusnya menjadi opsi yang lebih logis dan adil bagi semua pihak yang bertanding.

Kalah dari Vietnam, Timnas Indonesia Wajib Menang di Laga Terakhir

Situasi ini semakin diperparah dengan perbedaan beban jadwal yang dialami timnya dibandingkan kontestan lain yang sudah lebih dulu mengamankan posisi.

“Karena ketika kami sedang bertanding (melawan Port FC), tim lain sedang duduk di sofa dengan waktu libur satu setengah hari lebih banyak daripada kami,” ujarnya.

Meskipun ia menyadari bahwa pemilihan lokasi di Surabaya berpotensi memicu polemik baru, ia tetap menuntut adanya pertimbangan yang lebih objektif.

Ia mengakui bahwa keputusan akhir mengenai venue memang berada di luar kendali dan wewenangnya sebagai pelatih.

“Apakah situasinya adil jika Arema FC bermain di sini (Surabaya)? Itu bukan wewenang saya untuk memutuskan. Namun, jika memang laga semifinal digelar di Surabaya, saya rasa itu lebih baik untuk kami karena kami tidak perlu melakukan perjalanan,” terang dia.

Klasemen Piala AFF 2026: Kalah dari Vietnam, Posisi Indonesia Terancam

Terlepas dari protes keras tersebut, ia menegaskan bahwa timnya tetap menaruh fokus penuh pada persiapan teknis.

Ia meyakini bahwa seluruh pemain sangat memahami arti penting dari pertandingan semifinal yang akan segera berlangsung.

Kemenangan dalam laga melawan rival tersebut dianggap sebagai harga mati yang tidak bisa ditawar bagi kedua kesebelasan yang berlaga.

Kondisi kebugaran pemain kini menjadi fokus utama di tengah keterbatasan waktu pemulihan yang ada.

Seluruh staf pelatih terus memantau kondisi fisik setiap pemain untuk memastikan mereka mampu tampil maksimal di Gianyar nanti.

Tantangan bagi tim saat ini adalah menjaga fokus di tengah tekanan jadwal yang dianggap tidak berpihak kepada mereka.

Persiapan intensif terus dilakukan guna mengatasi kendala teknis dan logistik yang muncul menjelang hari pertandingan.

Dukungan mental bagi para pemain menjadi prioritas agar mereka tidak terpengaruh oleh kontroversi pemilihan venue yang sedang ramai diperbincangkan.

Pertandingan semifinal mendatang dipastikan akan menyita perhatian publik sepak bola nasional mengingat tensi tinggi antar kedua tim.

Komentar