Padang – Pemerintah mempercepat pemulihan warga terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat melalui penyerahan kunci hunian tetap (huntap) pada 9-10 Juli 2026. Program ini menyasar penyintas di Kota Padang, Kota Pariaman, dan Kabupaten Padang Pariaman sebagai bagian dari upaya menyediakan tempat tinggal yang layak dan aman.
Penyerahan hunian menjadi wujud kerja bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) dengan pemerintah daerah. Selain menuntaskan kebutuhan tempat tinggal, langkah ini juga diarahkan untuk membangun pemulihan yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat terdampak.
Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rustian, mengatakan pembangunan huntap dengan skema relokasi mandiri merupakan komitmen pemerintah dalam memulihkan kehidupan warga. Ia menilai, pembangunan fisik tersebut bukan hanya soal rumah baru, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat ketangguhan masyarakat menghadapi risiko bencana di masa mendatang.
“Kegiatan ini mencerminkan komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pemulihan kehidupan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Rustian.
Di Padang, penyerahan dilakukan di Kampung Tanjung, Kelurahan Gunung Sarik, dengan peresmian satu dari 23 unit huntap yang dibangun. Rangkaian serupa kemudian digelar di Desa Sintuk, Kota Pariaman, untuk tujuh unit hunian, sebelum ditutup di Desa Pasie Laweh, Kabupaten Padang Pariaman.
Rustian menyebut peresmian simbolis di tiap lokasi bukan sekadar agenda seremonial. Menurut dia, momen itu menandai bahwa proses pemulihan benar-benar berjalan dan terus bergerak maju.
Ia berharap penyerahan huntap tersebut mendorong percepatan penyelesaian unit lain yang masih dikerjakan. Di sisi lain, langkah ini juga diharapkan mengembalikan optimisme warga untuk kembali menjalani kehidupan normal.
Ke depan, Satgas PRR akan terus mengawal penyelesaian pembangunan huntap yang belum rampung. Koordinasi lintas kementerian dan lembaga juga akan diperkuat agar prasarana, sarana, serta utilitas pendukung kawasan hunian tersedia secara terpadu.


