Sport

Aksi Gemilang Kiper Vozinha yang Sempat Bikin Lionel Messi Frustrasi

Miami, Gonesia.com – Penampilan heroik kiper veteran Cape Verde, Vozinha, menjadi sorotan utama dunia meski negaranya harus tersingkir dari ajang Piala Dunia 2026. Penjaga gawang berusia 40 tahun ini tampil memukau saat menghadapi Argentina di babak 32 besar yang berlangsung di Miami Stadium, Sabtu (4/7/2026).

Sepanjang 120 menit laga, Vozinha tercatat melakukan delapan penyelamatan krusial yang memaksa juara bertahan Argentina harus bekerja ekstra keras hingga babak perpanjangan waktu. Ketangguhan sang kiper bahkan membuat kapten Argentina, Lionel Messi, tampak frustrasi di atas lapangan hijau.

Catatan statistik Fotmob memberikan rating 7,7 kepada Vozinha atas performa gemilangnya sepanjang pertandingan. Ia berhasil mementahkan sejumlah peluang emas, termasuk tendangan bebas Messi pada menit ke-72 dan 90+1 yang hampir saja mengubah papan skor.

Menanggapi performa lawan, Lionel Messi dalam sebuah wawancara pasca-pertandingan mengakui bahwa dirinya dibuat kesulitan oleh aksi sang kiper. “Saya agak frustrasi setelah begitu banyak percobaan tapi saya berhasil mencetak satu gol yang sangat penting. Orang-orang bilang dia berusia 40 tahun dan sejujurnya, saya kagum dengan penampilannya hari ini,” ujar sang bintang Argentina tersebut.

Meskipun Cape Verde akhirnya takluk 3-2 akibat gol bunuh diri Diney Borges di menit ke-111, sosok Vozinha tetap menjadi buah bibir. Karier sepak bola profesionalnya sendiri tergolong unik karena ia baru memulainya pada usia 25 tahun di tahun 2012.

Ragnar Oratmangoen Gabung Persib Bandung dan Ole Romeny Kembali ke Belanda

Kiper yang kini membela klub GD Chaves tersebut mengungkapkan perjuangannya untuk mencapai panggung Piala Dunia. “Saya mulai bermain sepak bola profesional saat berusia 25 tahun, pada 2012. Itu sangat terlambat bagi orang seperti saya,” ungkap Vozinha mengenang masa lalunya.

Ia menceritakan bahwa di masa mudanya di kota Mindelo, ia sempat kesulitan mendapatkan tempat karena kendala fisik. “Saya adalah salah satu penjaga gawang terbaik di pulau saya, tetapi tubuh saya kecil. Bahkan ketika bermain bagus, saya tidak dipilih karena tinggi badan saya,” tambah Vozinha.

Perjalanan kariernya kemudian membawanya merantau ke berbagai negara, mulai dari Portugal, Slovakia, Angola, hingga Siprus. Konsistensinya berbuah manis saat ia menjadi pemain tertua yang tampil di Piala Dunia 2026, dengan usia 40 tahun 12 hari saat debut melawan Spanyol.

Popularitas Vozinha meledak di media sosial, di mana pengikut Instagram-nya melonjak drastis dari 50.000 menjadi lebih dari 1,5 juta orang. Baginya, capaian ini bukan sekadar prestasi individu, melainkan bukti kerja keras kolektif timnas Cape Verde.

“Penampilan ini adalah penampilan untuk semua orang. Saya memang menjadi pemain terbaik pertandingan, tetapi penghargaan ini untuk semua rekan setim saya, karena tanpa mereka tidak ada yang mungkin terjadi,” ujar Vozinha.

Persib Bandung Mulai Latihan Perdana 7 Juli Jelang Liga 1 2026/27

Ia menegaskan bahwa kehadiran Cape Verde di Piala Dunia bukan sekadar pelengkap turnamen. “Semua orang mengira kami datang ke sini hanya untuk menikmati Piala Dunia. Tetapi tidak. Kami tahu ada tim-tim yang selalu kami hormati karena ini adalah pertama kalinya kami tampil di sini. Namun kami datang untuk bersaing, dan kami datang untuk berjuang demi negara kami,” tegas Vozinha.

Komentar