Sport

Profil Luca Zidane: Perjalanan Karier Anak Zinedine Zidane di Timnas Aljazair

Kansas City – Panggung Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mencatatkan momen emosional bagi keluarga legenda sepak bola dunia, Zinedine Zidane. Pada laga pembuka Grup J antara Argentina dan Aljazair di Arrowhead Stadium, Rabu (17/6/2026), putra kedua sang legenda, Luca Zidane, tampil sebagai penjaga gawang utama untuk tim nasional Aljazair.

Meski Aljazair harus mengakui keunggulan Argentina dengan skor 0-3 lewat aksi hattrick Lionel Messi, penampilan Luca Zidane tetap menjadi pusat perhatian global. Keputusan kiper berusia 28 tahun ini untuk membela negara Afrika Utara tersebut menandai babak baru dalam karier internasionalnya, setelah sebelumnya sempat memperkuat tim muda Prancis di berbagai ajang usia dini.

Pilihan Luca untuk beralih kewarganegaraan didasarkan pada ikatan emosional dan silsilah keluarga yang kuat. Orang tua Zinedine Zidane merupakan imigran asal wilayah pegunungan Aguemoune, Aljazair. Hal ini memberikan hak bagi Luca untuk memilih antara Prancis, Spanyol, maupun Aljazair. Setelah berkonsultasi dengan keluarga besar, FIFA akhirnya meresmikan perpindahan asosiasi Luca dari Prancis ke Aljazair pada 19 September 2025.

“Ini adalah impian besar yang menjadi kenyataan bagi saya untuk bisa tampil di panggung tertinggi Piala Dunia,” ujar Luca terkait debutnya di turnamen empat tahunan tersebut.

Perjalanan karier Luca tergolong unik dibandingkan ketiga saudaranya. Sementara Enzo, Theo, dan Elyaz lebih banyak berkecimpung sebagai pemain lapangan, Luca justru memilih posisi penjaga gawang. Jejak karier profesionalnya banyak ditempa di kompetisi Spanyol, mulai dari akademi Real Madrid, Racing Santander, Rayo Vallecano, Eibar, hingga kini memperkuat Granada di La Liga.

Daftar Top Skor Piala Dunia 2026: Messi Memimpin, Harry Kane Mengejar

Sebelum mantap membela Aljazair, Luca sempat mencatatkan prestasi gemilang bersama tim muda Prancis, termasuk menjuarai Euro U17 pada tahun 2015. Saat itu, ia meraih atensi publik dengan menepis tiga tendangan penalti dalam laga semifinal melawan Belgia. Namun, ketatnya persaingan di posisi kiper tim senior Prancis membuat sang pemain mencari tantangan baru.

Federasi Sepak Bola Aljazair (FAF) yang memantau perkembangan tersebut akhirnya memberikan kesempatan bagi Luca untuk menjadi pilihan utama. Sejak debutnya pada Oktober 2025 dalam laga kualifikasi Piala Dunia melawan Uganda, Luca telah menjadi pilar penting di bawah mistar gawang The Fennecs. Di bawah arahan pelatih Vladimir Petkovic, ia terus menunjukkan konsistensi, termasuk mencatatkan clean sheet saat laga uji coba melawan Belanda pada Juni 2026. Kehadirannya di Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi pembuktian kualitas personalnya sebagai pesepak bola profesional, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap akar budaya keluarganya.

Komentar

Berita Populer

01

KCIC Tambah Enam Perjalanan Whoosh, Arus Balik Bandung-Jakarta Padat

02

DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor dan Devisa Nasional

03

Strategi ANTM Perkuat Pasar Domestik di Tengah Rencana Ekspor BUMN

04

Kejagung Geledah Kantor BGN Pusat Jakarta Usai Ganti Pimpinan

05

Warga Jakarta Berbondong-Bondong Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan

06

Aher Apresiasi Dukcapil Hentikan Fotokopi e-KTP Demi Data Pribadi

07

Purbaya Tekankan Pancasila dalam Kelola Keuangan Negara

08

Harga Avtur Turun, Mengapa Surcharge Tiket Pesawat Tetap Tidak Berubah?

Berita Terbaru