Jakarta – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi mulai menjalankan prosedur naturalisasi bagi dua pemain keturunan, yakni Luke Vickery dan Mitchell Baker. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya berkelanjutan federasi dalam memperkuat kedalaman skuad Timnas Indonesia untuk proyeksi jangka panjang.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengonfirmasi bahwa proses administrasi untuk kedua pemain tersebut saat ini tengah berjalan. Pihaknya kini menanti penerbitan dokumen resmi yang menjadi syarat utama sebelum menempuh tahapan lanjutan di lembaga pemerintahan maupun Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Erick menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk menuntaskan seluruh tahapan legalitas yang diperlukan agar kedua pemain tersebut bisa segera memperkuat skuad Garuda. Meski demikian, ia menyadari bahwa proses naturalisasi melibatkan prosedur birokrasi yang harus dilalui secara bertahap dan sistematis.
Luke Vickery tercatat sebagai pemain yang berposisi sebagai sayap (winger) dan saat ini tengah merumput bersama klub asal Australia, Macarthur FC. Sementara itu, Mitchell Baker merupakan penyerang yang kini berkarier di Amerika Serikat bersama klub Vermont Green FC.
Kedua pemain tersebut sebelumnya telah mengikuti rangkaian pemusatan latihan Timnas Indonesia. Selama periode tersebut, kemampuan dan adaptasi mereka dipantau secara langsung oleh tim pelatih di bawah arahan John Herdman.
Langkah naturalisasi ini ditempuh PSSI sebagai solusi untuk mengatasi tantangan regenerasi pemain di masa depan. Fokus utama federasi adalah menjaga stabilitas kualitas tim nasional agar tidak mengalami penurunan performa saat pemain-pemain inti saat ini mulai memasuki usia uzur.
Erick menjelaskan bahwa PSSI telah menyusun proyeksi komposisi pemain hingga tahun 2030. Analisis internal menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk melakukan peremajaan skuad karena sejumlah pilar utama diperkirakan akan mencapai usia 38 hingga 39 tahun pada periode tersebut.
PSSI berupaya mengantisipasi kekosongan posisi yang mungkin ditinggalkan oleh pemain senior. Dengan mendatangkan amunisi baru melalui jalur naturalisasi, federasi berharap transisi regenerasi dapat berjalan lebih mulus tanpa mengorbankan daya saing tim di level internasional.
Program naturalisasi ini dipandang sebagai instrumen penting untuk menjaga keberlangsungan prestasi tim nasional. PSSI menilai bahwa mengintegrasikan pemain keturunan yang memiliki kualitas mumpuni merupakan salah satu cara paling efektif untuk menjaga level kompetitif skuad Garuda dalam jangka panjang.
Hingga saat ini, PSSI terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku. Fokus federasi tetap pada penguatan sektor-sektor krusial yang dinilai memerlukan penyegaran pemain agar target jangka panjang tim nasional dapat tercapai dengan optimal.

