Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan tren penguatan pada perdagangan Jumat (12/6). Mata uang Garuda terpantau menguat 0,16% ke level 17.959 per dolar AS pada pagi hari.
Pergerakan positif ini dipicu oleh meredanya kekhawatiran pasar global setelah muncul pernyataan dari Presiden AS Donald Trump terkait peluang kesepakatan damai dengan Iran. Sentimen geopolitik tersebut menjadi motor penggerak utama bagi mata uang regional, termasuk rupiah, di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
Data Bloomberg menunjukkan rupiah sempat dibuka di level 17.925 per dolar AS, menguat 64 poin dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya. Namun, seiring berjalannya sesi transaksi, kurs rupiah mengalami sedikit koreksi dan bergerak ke level 17.959 per dolar AS pada pukul 09.53 WIB.
Sebagai perbandingan, pada penutupan perdagangan Kamis (11/6), kurs rupiah sempat melemah sebesar 0,25% ke posisi 17.989 per dolar AS. Fluktuasi ini mencerminkan dinamika pasar yang sangat sensitif terhadap isu-isu geopolitik di Timur Tengah.
Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai bahwa pernyataan Trump mengenai potensi kesepakatan dengan Iran memberikan harapan baru bagi investor. Harapan akan perdamaian di kawasan Timur Tengah dianggap mampu mengurangi tekanan pada aset-aset berisiko di pasar global.
Lukman menjelaskan bahwa prospek penguatan rupiah sangat bergantung pada optimisme pasar terkait negosiasi tersebut. Menurutnya, pernyataan Trump yang menyebutkan kemungkinan kesepakatan damai segera tercapai menjadi katalis penting bagi pergerakan mata uang di pasar negara berkembang.
Dalam pandangan Trump, kesepakatan damai ini tidak hanya krusial bagi hubungan diplomatik kedua negara, tetapi juga berpotensi membuka kembali akses Selat Hormuz. Jalur maritim tersebut merupakan koridor vital bagi distribusi minyak dunia yang selama ini menjadi titik sentral ketegangan global.
Kendati demikian, respons dari sisi Iran tetap menjadi faktor penentu yang akan terus dipantau oleh para pelaku pasar. Hingga saat ini, pihak Iran menyatakan bahwa belum ada keputusan final yang bersifat mengikat terkait kesepakatan yang digadang-gadang oleh pihak AS tersebut.
Ketidakpastian ini membuat pelaku pasar tetap bersikap waspada. Perkembangan negosiasi ke depannya diprediksi akan menjadi penentu arah pergerakan mata uang dunia dalam beberapa waktu ke depan.
Terkait proyeksi pergerakan nilai tukar, Lukman memperkirakan fluktuasi rupiah pada perdagangan hari ini akan berada dalam rentang yang terbatas. Ia memprediksi kurs rupiah akan bergerak di kisaran 17.900 hingga 18.000 per dolar AS.
Para investor saat ini tengah mencermati setiap perkembangan negosiasi terbaru untuk menentukan langkah investasi berikutnya. Stabilitas di kawasan Timur Tengah dinilai menjadi kunci utama untuk menjaga sentimen positif di pasar keuangan global sepanjang sesi perdagangan hari ini.

