Berita

Kenaikan MinyaKita Bisa Picu Kritik dan Rapor Merah Pemerintah

kinerja-budi-santoso-bisa-bikin-kecewa-presiden-imbas-kenaikan-harga-minyakita
Kinerja Budi Santoso Bisa Bikin Kecewa Presiden Imbas Kenaikan Harga MinyaKita

Jakarta – Pengamat Citra Institute, Efriza, menilai Budi Santoso belum menunjukkan kapasitas yang memadai untuk mengendalikan harga minyak goreng, meski memiliki rekam jejak panjang sebagai birokrat di Kementerian Perdagangan. Menurut dia, persoalan harga komoditas strategis justru menjadi titik lemah dalam kinerja Budi saat ini.

“Semestinya Budi Santoso memahami rekam jejaknya. Ia seorang menteri yang memiliki pengalaman teknokratis panjang, berada di internal Kemendag, ternyata ia malah menampakkan tidak mampu mengendalikan harga komoditas strategis,” kata Efriza kepada RMOL di Jakarta, Minggu, 7 Juni 2026.

Efriza juga menyoroti sisi politik yang melekat pada sosok Budi. Ia menyebut, posisi Budi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (PAN) turut memberi pengaruh pada proses suksesinya menjadi Menteri Perdagangan.

Karena itu, kritik terhadap Budi dinilai wajar dan berpotensi semakin besar. Efriza menyebut, ekspektasi publik terhadap Budi lebih tinggi dibanding figur politik yang baru masuk ke sektor perdagangan, sehingga kekecewaan yang muncul juga lebih tajam.

Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS) itu bahkan memperkirakan, bila rencana kenaikan harga MinyaKita benar-benar dijalankan, dampaknya tidak berhenti pada isu pasar semata. Menurut dia, kebijakan itu bisa ikut menyeret citra pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

KKP dan WWF-Indonesia Ajak Masyarakat Jaga Laut di Bali

“Jika MinyaKita dinaikkan dampaknya memperburuk citra pemerintah, sebab sekarang saja harga berbagai minyak goreng lainnya telah melambung tinggi,” tegasnya.

Efriza menambahkan, jika kondisi itu terjadi, sektor perdagangan dan pangan juga berisiko mendapat penilaian buruk dari publik. “Bahkan urusan perdagangan dan pangan akan mendapatkan rapor merah,” ujarnya.

Komentar

Berita Populer

01

KCIC Tambah Enam Perjalanan Whoosh, Arus Balik Bandung-Jakarta Padat

02

DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor dan Devisa Nasional

03

Kejagung Geledah Kantor BGN Pusat Jakarta Usai Ganti Pimpinan

04

Warga Jakarta Berbondong-Bondong Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan

05

Strategi ANTM Perkuat Pasar Domestik di Tengah Rencana Ekspor BUMN

06

Aher Apresiasi Dukcapil Hentikan Fotokopi e-KTP Demi Data Pribadi

07

Purbaya Tekankan Pancasila dalam Kelola Keuangan Negara

08

Harga Avtur Turun, Mengapa Surcharge Tiket Pesawat Tetap Tidak Berubah?

Berita Terbaru