Tangerang – Pertamina Drilling dan Halliburton resmi memperluas kerja sama untuk menggarap pasar jasa penunjang pengeboran minyak dan gas bumi, panas bumi, hingga migas nonkonvensional, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Kesepakatan itu ditegaskan lewat penandatanganan nota kesepahaman atau MoU yang berlangsung di Tangerang pada Jumat, 22 Mei 2026.
Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, menyebut kolaborasi tersebut menjadi bagian dari peta jalan perusahaan untuk memperkuat ekspansi bisnis rig services di pasar global, baik onshore maupun offshore. Ia mengatakan kemitraan ini menunjukkan keseriusan Pertamina Drilling dalam membangun kapasitas dan memperluas jangkauan usaha internasional.
“Ada peluang sangat besar dalam pengembangan proyek energi ke depan,” ujar Avep, Kamis, 28 Mei 2026. Ia menargetkan kawasan Timur Tengah sebagai salah satu pasar yang ingin ditembus dari kerja sama tersebut.
Selain memperluas bisnis, Pertamina Drilling juga melihat kemitraan dengan Halliburton berpotensi membawa dampak lain, seperti alih teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, dan penguatan daya saing industri jasa pengeboran nasional.
Cakupan kerja sama kedua perusahaan ini cukup luas. Bidang yang dibahas meliputi rig services, project management, fracturing services, drilling bits, cementing services, hingga wellhead equipment.
Tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, kedua pihak juga langsung membicarakan peluang proyek nyata di Irak, khususnya pada West Qurna Block. Dalam proyek itu, Halliburton membuka kesempatan bagi Pertamina Drilling untuk ikut mendukung layanan fishing services, centrifuge services, coring services, dan casing running services.
Pertamina Drilling menyatakan siap memenuhi kebutuhan operasional Halliburton melalui penyediaan layanan, tenaga ahli, dan dukungan teknis. Di sisi lain, Presiden Direktur Halliburton Indonesia, Ankush Bhalla, menyambut positif penguatan kemitraan tersebut.
“Kami melihat Pertamina Drilling memiliki pengalaman dan kapabilitas yang bisa mendukung kebutuhan operasional Halliburton, termasuk untuk proyek-proyek strategis di luar negeri,” kata Ankush.
Penandatanganan MoU itu juga disaksikan Komisaris Utama PT Pertamina Internasional EP (PIEP) Dharmawan H Samsu, Direktur Utama PIEP Syamsu Yudha, serta jajaran manajemen puncak lainnya.

