New York – Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa konflik berkepanjangan di Palestina telah menjadi ujian bagi kredibilitas Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam menjalankan mandat menjaga perdamaian dan keadilan internasional. Pernyataan itu ia sampaikan lewat video dari New York, yang dikutip pada Kamis, 28 Mei 2026.
Dalam pandangannya, situasi di Palestina menunjukkan seberapa jauh dunia internasional, termasuk PBB, mampu merespons penderitaan warga sipil dan kekerasan yang terus berlangsung. Sugiono menyebut perjuangan rakyat Palestina sebagai fakta yang tak bisa diabaikan.
“Indonesia juga kembali menekankan bahwa Palestina merupakan satu tes terhadap PBB, kepercayaan yang diberikan kepada PBB. Kita saksikan perjuangan yang dilakukan oleh rakyat Palestina, kita juga saksikan kekerasan yang terjadi di sana, penderitaan yang terjadi di sana,” ujarnya.
Sugiono kemudian menegaskan kembali sikap Indonesia yang mendorong kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara. Menurut dia, opsi itu merupakan tujuan yang mutlak harus diwujudkan.
“Kita menggarisbawahi lagi bahwa kemerdekaan rakyat Palestina berdasarkan solusi dua negara merupakan sesuatu yang mutlak harus dicapai,” kata Sugiono.
Ia juga menyoroti peran penting Dewan Keamanan PBB dalam mendorong langkah konkret penyelesaian konflik. Indonesia, kata dia, memandang lembaga itu memikul tanggung jawab besar untuk memastikan hukum internasional dan prinsip kemanusiaan tetap ditegakkan.
“Untuk ini tentu saja peran PBB, peran Dewan Keamanan merupakan sesuatu yang sangat instrumental dalam rangka mencapai tujuan tersebut,” ujar Sugiono.

