JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus mengintensifkan fasilitasi *business matching* bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) agar produk lokal mampu menembus jaringan ritel modern dan pusat perbelanjaan.
Direktur Pemasaran Produk Dalam Negeri (P2DN) Kemendag, Dewi Rokhayati, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah untuk memperkuat posisi produk dalam negeri. Menurutnya, keberhasilan produk lokal masuk ke ritel modern menjadi indikator kuat bahwa kualitas dan daya saing merek tersebut telah memenuhi standar pasar yang kompetitif.
“Kami terus mengupayakan banyak fasilitas *business matching* bagi teman-teman UKM. Peningkatan kualitas produk, merek, hingga *brand awareness* sangat krusial agar produk lokal lebih dikenal luas di pasar domestik sebelum akhirnya menembus pasar internasional,” ujar Dewi di Jakarta.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag, Ari Satria, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh memperluas jangkauan pasar produk lokal agar mampu bersaing di panggung global.
Ari menilai, produk kreatif Indonesia saat ini memiliki potensi besar di mata dunia. Tren pasar global yang kini cenderung menyukai produk berkelanjutan (*sustainable*), berbahan alami, buatan tangan (*handmade*), serta memiliki nilai narasi budaya (*cultural storytelling*) yang kuat, menjadi peluang besar bagi pelaku kreatif tanah air.
“Kami di Kementerian Perdagangan tentu akan mendukung pemasaran produk berbasis kearifan lokal ini agar bisa mendunia dan semakin dicintai oleh masyarakat Indonesia sendiri,” pungkas Ari.

