JAKARTA – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) mencatatkan lonjakan kinerja keuangan yang signifikan pada kuartal I 2026. Emiten agribisnis ini membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,816 triliun, meroket 167% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 680,4 miliar.
Peningkatan laba ini didorong oleh kenaikan penjualan neto perusahaan yang mencapai Rp 17,71 triliun selama periode Januari hingga Maret 2026. Angka tersebut tumbuh 23,6% dibandingkan realisasi penjualan pada kuartal I 2025 yang berada di angka Rp 14,33 triliun.
Manajemen JPFA dalam laporan keuangan yang dirilis Jumat (15/5) mengungkapkan bahwa laba bruto perseroan ikut terkerek naik menjadi Rp 4,52 triliun dari sebelumnya Rp 2,69 triliun. Laba usaha perusahaan juga menunjukkan pertumbuhan impresif menjadi Rp 2,60 triliun, melonjak tajam dari Rp 1,14 triliun pada kuartal I tahun lalu.
Seiring dengan kenaikan tersebut, laba per saham dasar JPFA turut terdongkrak menjadi Rp 156 per saham, dibandingkan dengan Rp 59 per saham pada periode yang sama di tahun 2025.
Di sisi neraca, total aset perseroan per 31 Maret 2026 tercatat sebesar Rp 39,33 triliun. Meski mengalami penurunan tipis dari posisi akhir 2025 sebesar Rp 40,06 triliun akibat berkurangnya kas, JPFA berhasil memperkuat posisi aset tetap dan persediaan perusahaan.
Perusahaan juga melakukan perbaikan pada struktur liabilitas. Total kewajiban JPFA berhasil ditekan menjadi Rp 17,31 triliun dari Rp 20,04 triliun pada akhir tahun lalu. Penurunan ini terutama disebabkan oleh keberhasilan perseroan melunasi utang obligasi senilai Rp 5,83 triliun hingga menjadi nihil.
Kondisi keuangan yang solid ini turut mempertebal ekuitas perseroan yang naik menjadi Rp 22,02 triliun per akhir Maret 2026, dari posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp 20,02 triliun.
Dari sisi arus kas, JPFA mencatat kas neto dari aktivitas operasi sebesar Rp 2,22 triliun, meningkat tajam dibandingkan Rp 894,9 miliar pada kuartal I 2025. Peningkatan ini didukung oleh tingginya penerimaan dari pelanggan yang mencapai Rp 17,55 triliun di sepanjang kuartal pertama tahun ini.

