WASHINGTON – Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing membawa sentimen positif bagi sektor teknologi AS. Optimisme pasar ini tercermin dari lonjakan harga saham sejumlah perusahaan teknologi raksasa, termasuk Nvidia, Intel, dan Boeing.
Saham Nvidia menjadi salah satu yang paling menonjol. Beberapa jam setelah pertemuan tersebut berakhir, harga saham perusahaan perangkat keras komputer itu dilaporkan melonjak hingga mencapai Rp4,1 juta per lembar.
Kenaikan nilai saham perusahaan teknologi AS ini tidak lepas dari perhatian publik, terutama setelah terungkap bahwa Donald Trump aktif memperdagangkan saham Nvidia, Intel, dan Boeing di tengah ramainya transaksi pasar.
Berdasarkan dokumen yang diajukan ke Kantor Etika Pemerintah AS dan dikutip dari *Bloomberg*, terdapat lebih dari 100 halaman rincian transaksi jual-beli saham dan obligasi dalam nilai yang cukup signifikan. Sejak awal tahun, Trump memang dilaporkan telah mengoleksi berbagai saham dan obligasi perusahaan teknologi tersebut dengan total nilai mencapai puluhan juta dolar.
Kendati demikian, belum diketahui secara pasti berapa keuntungan yang diperoleh Trump dari transaksi terbaru setelah lonjakan harga saham pasca-pertemuan dengan Xi Jinping. Hingga saat ini, pihak Gedung Putih membantah bahwa Trump maupun anggota keluarganya mengambil keputusan investasi secara pribadi atas nama jabatan mereka.

