IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Sport

Regulasi Baru MotoGP Paksa Pembalap Tetap Pegang Motor Saat Terjatuh

JAKARTA – Regulasi keselamatan terbaru MotoGP terkait penanganan motor yang mati usai mengalami kecelakaan kini menuai kritik tajam dari berbagai pihak. Aturan ini dinilai justru berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan fatal bagi para pembalap di lintasan.

Berdasarkan aturan baru tersebut, setiap motor yang mesinnya mati setelah terjatuh diwajibkan untuk dipindahkan terlebih dahulu ke *service road* sebelum diizinkan menyala kembali. Kebijakan ini berbeda dengan prosedur sebelumnya, di mana marshal diperbolehkan membantu pembalap melakukan *push start* langsung di tepi lintasan agar motor bisa segera digunakan kembali.

Otoritas MotoGP memberlakukan perubahan ini dengan tujuan utama mengurangi risiko bahaya bagi para marshal yang bertugas di area balap saat sesi masih berlangsung. Keputusan ini diduga dipicu oleh insiden yang melibatkan pembalap Yamaha, Alex Rins, saat sesi kualifikasi GP Mandalika 2025. Kala itu, Rins membutuhkan waktu cukup lama untuk menghidupkan kembali motornya, sehingga marshal harus berada di area berbahaya dalam durasi yang cukup lama.

Namun, dampak aturan ini di lapangan mulai memicu kekhawatiran serius. Pembalap kini cenderung mengambil tindakan nekat untuk menjaga mesin tetap hidup saat terjatuh agar tidak kehilangan waktu berharga.

Fenomena ini terlihat jelas pada gelaran GP Prancis di Le Mans, di mana pembalap *rookie* Fermin Aldeguer terekam melakukan aksi berisiko. Saat terjatuh di sesi latihan, Aldeguer nekat memeluk motor Ducati miliknya sambil terseret di lintasan demi mempertahankan kopling agar mesin tidak mati.

Persija Jakarta Lepas Gustavo Almeida, Stok Penyerang Semakin Menipis

Aksi tersebut dinilai sangat berbahaya karena posisi pembalap dan motor yang masih bisa meluncur ke *racing line* di saat pembalap lain melaju dengan kecepatan tinggi. Banyak pihak mengaitkan potensi bahaya ini dengan kecelakaan tragis mendiang Marco Simoncelli, di mana motor yang hilang kendali kembali ke jalur balap dan memicu insiden fatal.

Kondisi ini diprediksi akan semakin rawan terjadi pada sesi kualifikasi. Mengingat durasi waktu yang sangat terbatas, para pembalap akan berusaha semaksimal mungkin mempertahankan motor agar tetap hidup demi kembali ke lintasan dengan cepat tanpa harus menuju *service road*.

Mengingat tingginya intensitas kecelakaan saat sesi kualifikasi, para pengamat menilai otoritas MotoGP perlu mengevaluasi kembali aturan tersebut. Meskipun niat untuk melindungi keselamatan marshal sangat krusial, kebijakan ini dikhawatirkan justru menciptakan ancaman baru yang lebih berbahaya bagi keselamatan para pembalap di atas lintasan.

Komentar

Berita Populer

01

Saham Blue Chip Tertekan, Simak Peluang Rebound Semester II 2026

02

Manufaktur Indonesia Targetkan Pertumbuhan 5,51 Persen di 2026

03

Contraflow Jakarta-Cikampek KM 55-65 Berlaku: Cek Info Terbaru!

04

PLTMG Gunungsitoli Amankan Listrik Nias, Hadapi Cuaca Ekstrem Saat Nataru

05

Biochar Sisik Ikan Perkuat Komposit Serat Karbon, Kurangi Limbah, Tingkatkan Kekuatan

06

Profil Erling Haaland: Harapan Norwegia dan Kandidat Top Skor Piala Dunia 2026

07

Petugas PPSU Jakarta Utara Menjaga Integritas Kerja di Tengah Godaan Manipulasi

08

Bencana Sumatra Rusak Parah 54 Sekolah; Siswa Belajar di Tenda

Berita Terbaru