JAKARTA – Ledakan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) selama beberapa tahun terakhir tidak hanya menjadi panggung bagi raksasa teknologi seperti Nvidia, Microsoft, Alphabet, Meta, dan Apple. Di balik dominasi perusahaan besar tersebut, sejumlah emiten yang sebelumnya kurang dilirik justru mencatatkan performa gemilang sepanjang tahun 2026.
Lonjakan harga saham perusahaan-perusahaan “underrated” ini dipicu oleh kebutuhan masif terhadap infrastruktur pendukung AI, mulai dari pusat data hingga komponen jaringan berkecepatan tinggi. Bahkan, dalam jangka pendek, beberapa emiten ini mampu mencatatkan pertumbuhan yang melampaui perusahaan-perusahaan teknologi papan atas.
Berikut adalah empat saham di sektor AI yang sedang naik daun dan patut dicermati oleh investor:
1. Applied Optoelectronics (AAOI)
Perusahaan produsen transceiver optik berkecepatan tinggi ini menjadi pemain krusial dalam menghubungkan server AI dan perangkat jaringan. Sahamnya tercatat melonjak hingga 339 persen secara *year-to-date* (YTD) dengan harga mencapai 153,19 dolar. Kenaikan drastis ini didorong oleh perolehan kontrak besar dari sejumlah *hyperscaler*. Meski prospeknya cerah, pelaku pasar masih menyoroti keberlanjutan pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
2. Coherent Corp. (COHR)
Berfokus pada produksi komponen optik dan transceiver data berkecepatan tinggi, Coherent menjadi pendukung utama sistem transfer data dalam AI. Saham perusahaan ini tumbuh 69 persen YTD dengan harga di level 307,93 dolar. Analis memberikan peringkat *moderate buy*, namun terdapat keragaman target harga di pasar yang mengindikasikan adanya ketidakpastian bagi investor.
3. Fabrinet (FN)
Fabrinet memposisikan diri sebagai mitra manufaktur utama bagi Nvidia dalam memperluas ekosistem AI. Kemitraan strategis ini memicu lonjakan permintaan atas layanan perusahaan, khususnya untuk infrastruktur pusat data. Prospek pertumbuhan yang kuat membuat sejumlah analis optimistis dan menaikkan target harga saham perusahaan yang kini diperdagangkan di level 689,89 dolar tersebut.
4. Nebius Group (NBIS)
Perusahaan ini bergerak di bidang pembangunan pusat data AI skala besar berbasis GPU yang menyasar startup maupun pengguna individu. Saham Nebius mencatatkan kenaikan 85 persen YTD dengan harga 154,56 dolar. Salah satu sentimen positif utama bagi investor adalah keterlibatan Nvidia yang memiliki kepemilikan saham di perusahaan ini.
Kendati sektor AI menawarkan potensi keuntungan tinggi, investor disarankan untuk tetap bijak. Mengingat volatilitas yang tinggi, riset mendalam mengenai profil risiko setiap perusahaan tetap menjadi kewajiban sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

