IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

BPH Migas Dorong Percepatan Distribusi CNG Melalui Jaringan Pipa

JAKARTA – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendorong percepatan pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) dan mini-liquefied natural gas (LNG) untuk kebutuhan rumah tangga. Strategi ini diambil sebagai langkah konkret menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG yang kini mencapai 81 persen dari total kebutuhan nasional.

Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, menyatakan bahwa pengembangan jaringan gas berbasis CNG dan mini LNG akan memperkaya pilihan energi masyarakat. Langkah ini sekaligus mendukung target pemerintah dalam transisi menuju energi yang lebih bersih, aman, dan efisien.

“Pilihan energi ini dapat meningkatkan efektivitas penyaluran gas serta mendukung target konversi energi pemerintah,” ujar Fathul dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/5/2026).

Pemanfaatan CNG diharapkan mampu meringankan beban fiskal negara akibat besarnya subsidi LPG. Saat ini, anggaran subsidi LPG mencapai Rp 80,3 triliun per tahun. Berdasarkan estimasi Kementerian ESDM, substitusi LPG dengan CNG berpotensi menghemat anggaran subsidi hingga 30 persen dengan harga jual yang setara LPG 3 kilogram.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan implementasi penggunaan CNG untuk rumah tangga dimulai pada Agustus 2026. Untuk mempercepat ekosistem ini, BPH Migas mendorong percepatan regulasi pembangunan stasiun induk CNG dan terminal mini LNG agar investasi dapat terserap lebih cepat.

Harga Emas Antam Turun ke Rp2,6 Juta, Analis Proyeksikan Potensi Kenaikan

Guna menjangkau wilayah dengan tantangan geografis seperti Indonesia Timur, pemerintah akan mengoptimalkan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Strateginya meliputi konversi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) menjadi stasiun induk serta penggunaan mini-LNG untuk penyaluran non-pipa.

Secara teknis, CNG berbeda dengan LPG. CNG berbahan dasar gas alam (metana) yang dikompresi pada tekanan tinggi, sedangkan LPG berasal dari olahan minyak bumi berupa propana dan butana yang dicairkan.

Terkait keamanan, Laode memastikan teknologi tabung CNG telah berkembang hingga generasi keempat yang lebih andal. Meskipun selama ini CNG identik dengan jaringan pipa di sektor industri, pemerintah optimistis distribusi melalui tabung bertekanan tinggi khusus dapat menjadi solusi praktis bagi rumah tangga.

Target pembangunan jaringan gas rumah tangga sendiri telah dipatok mencapai 350 ribu sambungan pada 2029, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Komentar
Prediksi IHSG Hari Ini 10 September 2026 dan Rekomendasi Saham Pilihan

Berita Populer

01

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

02

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

03

UMK 2026: Daftar Lengkap Wilayah dengan UMK Tertinggi & Terendah

04

Proyeksi Kinerja ANTM Tetap Kuat di Tengah Bayang Risiko Regulasi

05

Profil Ikhwan Ali Tanamal, Debutan Gemilang Persib Bandung Lawan Arema FC

06

Cara Mudah Beli Paket Data Semua Operator Lewat Aplikasi GoPay

07

Purbaya Nilai Jakarta Tak Perlu Terbitkan Obligasi untuk Pembangunan Infrastruktur

08

Program B50 Resmi Meluncur, Ini Prospek dan Rekomendasi Saham Emiten CPO

Berita Terbaru