Bener Meriah – Pemerintah memberikan bantuan uang isi hunian senilai Rp3 juta dan stimulan ekonomi Rp5 juta per kepala keluarga guna menata kehidupan penyintas bencana. Pemerintah juga menyalurkan jaminan hidup sebesar Rp15 ribu per orang setiap hari untuk memenuhi kebutuhan dasar harian penyintas.
"Tadinya, Kemensos memberikan hanya untuk rusak berat. Tapi saya sampaikan saja ke (Mensos Saifullah Yusuf) rusak sedang dan rusak ringan kita bantu semua. Akhirnya, dikeluarkan bantuan oleh Kemensos," kata Tito usai meninjau lokasi huntara Desa Tunyang, Timang Gajah, Bener Meriah, Senin (20/4/2026).
Percepatan penyaluran bantuan perbaikan rumah berjalan paralel dengan pembangunan hunian tetap dan hunian sementara bagi penyintas yang rumahnya rusak berat atau hilang.
Data Satgas PRR per 24 April 2026 mencatat kebutuhan hunian tetap di tiga provinsi terdampak mencapai 39.171 unit. Sebanyak 241 unit telah rampung dan 1.493 unit dalam proses pembangunan.
Di Aceh, 104 unit hunian tetap selesai dari 29.026 unit, dengan 645 unit dalam proses. Sumatera Utara menyelesaikan 120 unit dari 7.321 unit, dengan 407 unit dalam proses. Sumatera Barat merampungkan 17 unit dari 2.824 unit, dengan 441 unit dalam proses.
Total hunian sementara yang selesai dibangun per 24 April 2026 mencapai 18.421 unit dari target 20.131 unit atau progres 91 persen.

