Tangerang – Dudy menekankan penyelenggaraan Angkutan Haji merupakan operasi nasional berskala besar yang melibatkan lintas sektor.
"Penyelenggaraan angkutan haji ini bukan operasi biasa. Kita memindahkan lebih dari 221 ribu jamaah dari 14 embarkasi melalui 525 kloter. Karena itu, aspek keselamatan, ketepatan waktu, dan kenyamanan menjadi prioritas utama," terang dia.
Dudy menyebut, Kementerian Perhubungan juga memastikan kesiapan operasional penerbangan haji, yang didukung oleh dua maskapai, yaitu Garuda Indonesia dan Saudia Airlines, dengan total puluhan armada pesawat untuk melayani ratusan kloter penerbangan.
Selain itu, dia menegaskan berbagai langkah mitigasi telah disiapkan, termasuk penguatan pengawasan keselamatan melalui ramp check pesawat, kesiapan 14 bandara embarkasi, serta koordinasi internasional untuk mengantisipasi hal-hal yang berpotensi mempengaruhi penerbangan haji.
"Kami memastikan seluruh aspek keselamatan penerbangan terpenuhi, termasuk kelaikudaraan pesawat dan kesiapan operasional maskapai," ucap Dudy.
"Koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan juga terus diperkuat agar pelayanan kepada jamaah calon haji berjalan aman, lancar, dan tepat waktu," jelas dia.
Dudy berharap dengan kesiapan Terminal 2F dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, penyelenggaraan Angkutan Haji 2026 dapat berjalan lebih optimal, sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang selamat, aman dan nyaman bagi seluruh jemaah calon haji Indonesia.

