IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Berita

SBY Menggerakkan OKI dan Mengirim Pasukan Perdamaian Indonesia ke Perbatasan Lebanon

[Jakarta] – Perang antara Israel dan Lebanon meletus pada Agustus 2006. Insiden berdarah ini memakan banyak sekali korban jiwa, khususnya di pihak Lebanon. Kala itu, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dinilai belum mengambil langkah-langkah yang efektif guna menghentikan konflik tersebut secara total.

Melihat kondisi tersebut, SBY mengaku menyarankan kepada Abdullah Badawi untuk segera mengadakan pertemuan darurat Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). "Ketika PM Malaysia Abdullah Badawi (Alm) berkunjung ke Jakarta, saya mengusulkan agar beliau, dalam kapasitasnya sebagai Chair of OIC (Organisasi Kerjasama Islam) untuk menggelar “emergency meeting” guna mendesak PBB untuk segera bertindak," jelas SBY.

Beberapa hari berselang, Abdullah Badawi memimpin pertemuan darurat OKI di Kuala Lumpur. Forum tersebut dihadiri sejumlah pemimpin negara, termasuk Mahmoud Ahmadinejad, Recep Tayyip Erdogan, serta Fouad Siniora.

Dalam kesempatan itu, SBY menegaskan kesiapan Indonesia untuk mengirimkan satu batalion pasukan yang diperkuat guna menjadi bagian dari misi penjaga perdamaian di wilayah perbatasan Israel-Lebanon. "Dalam pertemuan itu pula, saya menyampaikan Indonesia siap untuk mengirimkan pasukan satu batalion diperkuat sebagai bagian dari “peacekeeping mission” di perbatasan Israel dan Lebanon. Artinya, setelah terjadi “ceasefire” atas usaha dari PBB

Komentar
BK DPR RI Perkuat Telesurvei untuk Susun RUU Akurat

Berita Populer

01

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

02

HUT ke-81 RI, Paspampres kerahkan 1.147 personel dan alusista amankan VVIP

03

DPRD Sumbar Desak Perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau Lanjut 2026

04

Kementerian Lingkungan Hidup Menanti Hasil Lab Cisadane, Pastikan Kualitas Air

05

Polres Tanah Datar Tangkap Mahasiswa Diduga Edarkan Sabu

06

BSPS Bangun Rumah Layak, Hidupkan Ekonomi Lokal

07

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

08

UNDP Dorong Penerapan Cepat Bisnis Berbasis HAM di Indonesia

Berita Terbaru