Jakarta – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KemenKopUKM) menggandeng lima lembaga untuk mengembangkan Koperasi Desa Merah Putih. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan pada Selasa, 23 Desember 2025.
Lima lembaga yang terlibat adalah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi; Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah; Kementerian Kehutanan; Kementerian Transmigrasi; dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Joko Yuliantono, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi akan melibatkan mahasiswa dalam pendampingan Koperasi Desa Merah Putih melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik.
“Kegiatan KKN dibuat tematik untuk pendampingan Koperasi Desa Merah Putih,” ujarnya di Jakarta, Selasa (23/12/2025).
Selain KKN, KemenKopUKM juga akan mengoptimalkan hasil riset dan pengabdian masyarakat untuk pengembangan koperasi tersebut.
Kerja sama lintas kementerian dan lembaga ini diharapkan berdampak positif. Kementerian UMKM akan mengisi gerai koperasi, Kementerian Kehutanan mendampingi kelompok usaha kehutanan, Kementerian Transmigrasi mendukung koperasi di kawasan transmigrasi, dan BPJS Kesehatan memberikan jaminan bagi petugas koperasi.
Menteri Pendidikan Tinggi, Brian Yuliarto, menyatakan bahwa koperasi dan ekonomi Pancasila akan menjadi kurikulum wajib di kampus. Kampus juga didorong untuk menghidupkan kembali koperasi mahasiswa.
KKN dan magang mahasiswa juga akan diarahkan untuk pendampingan Koperasi Desa Merah Putih.
“Universitas bisa berkolaborasi dengan Koperasi Merah Putih dan dosen bisa memberikan pendampingan di daerah,” pungkas Brian.

