Jakarta – Tanggal 3 Desember bukan sekadar deretan angka di kalender, melainkan sebuah penanda penting bagi berbagai peristiwa bersejarah yang membentuk kesadaran global akan inklusivitas sekaligus mengenang perjuangan heroik di tanah air. Hari ini menjadi momentum refleksi mendalam, dari seruan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk hak penyandang disabilitas hingga tetesan darah pahlawan Pekerjaan Umum di Bandung.
Secara global, dunia memperingati Hari Penyandang Disabilitas Internasional atau *International Day of Persons with Disabilities* (IDPD) setiap 3 Desember. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menginisiasi peringatan ini sejak 1992 melalui Resolusi Majelis Umum 47/3.
Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu-isu disabilitas. PBB juga memobilisasi dukungan untuk martabat, hak, dan kesejahteraan para penyandang disabilitas di seluruh dunia.
Momen ini bukan sekadar seremonial, melainkan panggilan aksi agar masyarakat dunia lebih inklusif. PBB ingin memastikan para penyandang disabilitas berpartisipasi penuh dalam setiap aspek kehidupan, mulai dari politik, sosial, ekonomi, hingga budaya. Setiap tahunnya, peringatan ini mengusung tema relevan, seperti aksesibilitas teknologi atau kesetaraan di tempat kerja.
Sementara itu, bagi Indonesia, 3 Desember memiliki makna khusus sebagai Hari Bakti Pekerjaan Umum (PU). Tanggal ini menandai peristiwa heroik pada 3 Desember 1945, saat pertempuran sengit pecah di Gedung *Departement Van Verkeer En Waterstaat* di Bandung—kini dikenal sebagai Gedung Sate.
Sebanyak 21 pemuda pegawai PU berjuang mati-matian mempertahankan gedung tersebut dari serbuan tentara Sekutu (NICA) yang bersenjata lengkap. Dalam pertempuran yang tidak seimbang itu, tujuh pemuda gugur sebagai kusuma bangsa.
Ketujuh pahlawan tersebut kini dikenal sebagai “Sapta Taruna”: Didi Hardianto Kamarga, Muchtaruddin, Soehodo, Rio Soesilo, Soebengat, Ranu, dan Soerjono. Peristiwa heroik inilah yang melandasi penetapan 3 Desember sebagai Hari Bakti PU, sebuah pengingat akan semangat pengabdian tanpa pamrih dalam membangun infrastruktur negeri.
Selain kedua peringatan tersebut, 3 Desember juga tercatat dalam sejarah global. Pada 1967, operasi transplantasi jantung pertama di dunia sukses dilakukan di Afrika Selatan. Kemudian, pada 1992, pesan teks atau SMS pertama di dunia berhasil terkirim.
Perkembangan teknologi hiburan juga mencatat 3 Desember 1994, ketika perusahaan Sony merilis konsol PlayStation (PS) pertamanya di Jepang. Konsol ini terus berkembang dan menjadi favorit para pecinta gim dunia.


