Medan -, Banjir dan longsor yang menerjang Sumatera Utara sejak Senin (24/11/2025) telah menyebabkan 240 orang meninggal dunia. Data terbaru yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara pada Senin (1/12/2025) pukul 08.00 juga mencatat 182 orang masih hilang.
Selain korban jiwa, bencana ini juga melukai 614 orang dan memaksa 73.199 warga mengungsi. Demikian disampaikan Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati.
Sebanyak 18 kabupaten/kota di Sumut kini masih merasakan dampak bencana ini. Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) menjadi wilayah yang paling parah terdampak dengan total 294.924 orang merasakan akibatnya.
Di Tapteng, tercatat 82 korban meninggal, 104 orang hilang, 508 terluka, dan 6.636 orang mengungsi.
Kemudian, lokasi terparah kedua berada di Kabupaten Tapanuli Selatan, dengan total 8.219 orang terdampak. Rinciannya, 50 orang meninggal dunia, 46 hilang, 49 luka-luka, dan 5.366 orang terpaksa mengungsi.
Kota Sibolga menempati urutan ketiga wilayah paling terdampak, dengan 91.747 orang mengalami langsung akibat bencana. Di sana, 47 orang meninggal dunia, 12 orang hilang, 45 terluka, dan 17.824 jiwa mengungsi.
Tim SAR gabungan terus bergerak mencari korban hilang di tengah upaya menyalurkan bantuan ke daerah terisolasi. Bantuan disalurkan melalui udara dengan metode airdrop menggunakan helikopter.
Daerah yang menerima bantuan darurat ini antara lain Desa Pagaran Lambung, Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Utara, serta Desa Naga Timbul dan Desa Nauli di Tapanuli Tengah. Bantuan berupa makanan cepat saji, beras, air mineral, perlengkapan kebersihan, selimut, dan kebutuhan darurat lain bagi masyarakat yang terisolasi tanpa pasokan logistik.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan menjelaskan bantuan tersebut telah dijatuhkan melalui udara pada Minggu (31/1/2025).
Di sisi lain, jaringan komunikasi dan listrik terputus di Tapteng dan Sibolga, menghambat upaya Tim SAR gabungan mendapatkan informasi mendesak dari titik-titik terisolasi. Gubernur Sumut Bobby Nasution mendesak PLN dan Telkom agar segera memperbaiki infrastruktur vital tersebut.
“Permasalahannya komunikasi dan listrik terputus, kita tidak bisa mendapatkan informasi pasti apa saja kebutuhan warga di lokasi terisolir. Karena itu, kita minta Telkom dan PLN percepat perbaikan,” tegas Bobby saat meninjau lokasi banjir di Tapteng pada Minggu (30/11/2025).

