Washington, D.C. – Iran resmi memboikot gelaran undian Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Keputusan ini diambil setelah sejumlah anggota delegasi mereka tidak berhasil memperoleh visa, memicu dugaan adanya hambatan yang melampaui pertimbangan olahraga.
Juru bicara Federasi Sepak Bola Iran, Amir-Mahdi Alavi, menuding kendala visa yang dihadapi para pejabat merupakan masalah serius. Ia mengungkapkan, federasi telah menghubungi FIFA untuk meminta bantuan menyelesaikan persoalan tersebut.
Hingga berita ini ditulis, Gedung Putih belum memberikan komentar langsung. FIFA juga belum menanggapi rencana boikot yang dilayangkan Iran.
Sebelumnya, pada Juni, pemerintahan Presiden Donald Trump mengumumkan larangan perjalanan bagi warga dari 12 negara, termasuk Iran. Daftar tersebut juga mencakup Haiti, salah satu negara yang baru saja memastikan lolos ke Piala Dunia 2026.
Meskipun demikian, Pemerintah AS sempat menjanjikan pengecualian visa bagi atlet, pelatih, staf pendukung, dan anggota keluarga dekat yang bepergian untuk Piala Dunia, Olimpiade, atau ajang olahraga besar lainnya. Belum jelas apakah pengecualian ini juga berlaku untuk acara undian Piala Dunia yang akan digelar pada 5 Desember 2025 di Kennedy Center.
Delegasi Iran seharusnya dipimpin oleh Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj. Taj merupakan salah satu pejabat tertinggi sepak bola Asia dan anggota dua komite FIFA yang mengawasi penyelenggaraan Piala Dunia.
Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi perdana yang menampilkan 48 tim. FIFA telah mengonfirmasi prosedur penentuan komposisi 12 grup, yang masing-masing berisi empat tim.
Undian putaran final, salah satu momen paling krusial menuju turnamen, akan diselenggarakan pada Jumat, 5 Desember, di John F. Kennedy Center for the Performing Arts, Washington D.C. Pada kesempatan itu, para pelatih dan ofisial akan mengetahui calon lawan mereka.
Sesuai prosedur, tiga tuan rumah, yakni Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat, akan menempati Pot 1. Sebanyak 39 tim lain yang telah lolos akan dibagi ke dalam empat pot, masing-masing berisi 12 tim, berdasarkan Peringkat Dunia FIFA per 19 November 2025.
FIFA telah menetapkan komposisi pot undian, dengan negara-negara unggulan seperti Spanyol, Argentina, Prancis, dan Inggris masuk dalam Pot 1 bersama para tuan rumah. Iran sendiri berada di Pot 2, bersama tim-tim kuat lainnya seperti Kroasia dan Maroko.
Undian akan dimulai dari Pot 1, diikuti Pot 2, Pot 3, dan Pot 4. Untuk menjaga level kompetisi, FIFA menetapkan aturan khusus, termasuk tidak boleh ada lebih dari satu tim dari konfederasi yang sama dalam satu grup (kecuali UEFA yang memiliki 16 wakil dan bisa memiliki satu atau dua wakil per grup).
Empat tim teratas dalam peringkat dunia juga dipastikan tidak akan bertemu sebelum final, asalkan semuanya menjadi juara grup.


