Sport

Jepang Menimbang Hengkang dari AFC dan Membentuk Federasi Sepak Bola Baru: 4 Alasan

Gonesia – Jepang dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah drastis untuk keluar dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan mendirikan federasi baru di kawasan Asia Timur. Keputusan monumental ini muncul sebagai puncak ketidakpuasan Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) terhadap praktik tata kelola yang dinilai manipulatif, ketimpangan kebijakan, serta pengaruh berlebihan dari negara tertentu dalam struktur AFC.

Rencana pembentukan federasi baru yang lebih transparan dan profesional ini didasarkan pada empat alasan utama yang mendorong keyakinan Jepang akan perlunya pembaruan fundamental dalam sepak bola Asia.

Salah satu pemicu utama adalah dugaan pengaruh berlebihan Qatar dalam struktur pengambilan keputusan AFC. JFA menilai Qatar memiliki kendali yang terlalu besar atas keputusan krusial, termasuk pengaturan turnamen dan kebijakan kompetisi. Situasi ini disebut JFA menciptakan ketidakseimbangan dalam perlakuan terhadap klub dan federasi anggota lainnya, di mana keputusan-keputusan AFC sering kali berpihak pada kepentingan Qatar dan sekutunya.

Ketidakpuasan Jepang semakin memuncak akibat keputusan kontroversial dalam penyelenggaraan AFC Champions League Elite (ACLE). Kasus seputar penjadwalan dan pengunduran diri klub Shandong Taishan secara tidak adil merugikan klub Jepang, Vissel Kobe, yang mengalami penurunan peringkat. Ironisnya, Vissel Kobe justru dikenai denda sebesar 10.000 dolar Amerika Serikat oleh AFC, meskipun bukan pihak yang bersalah. JFA menganggap insiden ini sebagai bentuk ketidakprofesionalan dan standar ganda yang merusak kredibilitas kompetisi.

Selain itu, JFA mengeluhkan ketimpangan perlakuan terhadap klub dan pemain Jepang. Penjadwalan kompetisi yang tidak mempertimbangkan kondisi fisik maupun komitmen pemain Jepang yang berkarier di Eropa kerap tumpang tindih dengan kalender internasional. Kondisi ini berdampak negatif pada performa dan kesiapan pemain bintang seperti Takefusa Kubo dan rekan-rekannya, menegaskan kurangnya penghormatan AFC terhadap keseimbangan dan kepentingan klub Jepang di kancah internasional.

Prediksi Bagan Piala Dunia 2026: Peluang Semifinal dan Peringkat FIFA Terbaru

Sebagai respons atas serangkaian ketidakadilan tersebut, Jepang berencana membentuk Federasi Sepak Bola Asia Timur. Federasi baru ini diharapkan menjadi wadah yang lebih transparan, profesional, dan menaungi negara-negara dengan visi serupa mengenai tata kelola sepak bola yang bersih. Beberapa negara, termasuk Irak, dikabarkan telah menyatakan minat untuk bergabung jika langkah Jepang ini benar-benar terealisasi. Potensi langkah Jepang ini diperkirakan akan mengubah secara signifikan peta kekuatan dan struktur sepak bola di kawasan Asia.

Komentar