Gonesia – Pertarungan klasik antara Liverpool dan Manchester United akan tersaji di Anfield akhir pekan ini, Minggu (19/10/2025) pukul 22.30 WIB. Laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan juga kesempatan bagi Manchester United untuk menorehkan sejarah yang telah lama terkubur atau justru melanjutkan catatan buruk di markas rival abadi mereka.
Pasukan Ruben Amorim berpeluang mengukir catatan manis yang tak pernah terjadi lebih dari satu abad. Jika berhasil menang, Setan Merah akan mengulang kenangan musim 1906/1907 dan 1907/1908, yaitu mengalahkan juara bertahan di laga tandang selama dua musim berturut-turut. Musim lalu, mereka berhasil menaklukkan Manchester City yang kala itu berstatus juara bertahan di Etihad Stadium.
Namun, tantangan berat menanti. Statistik Opta menunjukkan bahwa peluang kemenangan Manchester United di Anfield sangatlah kecil, hanya 11,2 persen, berbanding jauh dengan Liverpool yang memiliki probabilitas menang 73,3 persen. Setan Merah memang belum pernah menang dalam sembilan pertandingan tandang terakhir ke Anfield.
Rentetan hasil buruk ini bisa saja berlanjut, mendekati rekor Sir Alex Ferguson pada 1989 yang mencatat 11 laga tandang tanpa kemenangan di Anfield. Prestasi mengalahkan juara bertahan di kandang lawan selama dua musim berturut-turut ini sangat sulit dicapai. Manajer seperti Manuel Pellegrini dan Antonio Conte pernah memiliki kesempatan, namun gagal. Kini, beban sejarah itu berada di pundak Ruben Amorim.
Dari sisi performa, Manchester United musim ini menunjukkan agresivitas di sepertiga akhir lapangan lawan. Mereka telah melepaskan 110 tembakan dalam tujuh laga Liga Inggris, terbanyak di antara tim-tim lain, dengan total *expected goals* (xG) mencapai 14,1.
Namun, kelemahan utama Setan Merah terletak pada konversi peluang. Dari xG yang tinggi, mereka hanya mencetak sembilan gol, dengan nilai xG 5,06, menjadi performa terburuk di antara lima liga top Eropa. Ini mengindikasikan masalah *finishing* yang sama dengan musim sebelumnya.
Di sisi lain, lini pertahanan Liverpool tidak sepenuhnya kokoh. Meskipun tidak terkalahkan dalam lima laga kandang musim ini, The Reds telah menelan tiga kekalahan di laga tandang dalam semua kompetisi. Kerentanan ini sering terlihat di awal musim saat mereka kerap tertinggal lebih dulu.
Pertandingan ini juga berpotensi diwarnai gol-gol di menit akhir. Dalam 70 pertandingan sejauh ini, tercatat 24 gol tercipta pada menit ke-90 atau lebih, dengan 10 di antaranya menjadi gol kemenangan. Duel Liverpool dan Manchester United sering kali menjadi panggung bagi momen-momen dramatis tersebut.
Menurut Opta, tanpa gol di menit ke-90, Liverpool seharusnya bermain imbang empat kali musim ini, sementara Manchester United bisa terperosok ke posisi 13 klasemen. Ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan hingga peluit panjang dibunyikan.
Tidak tertutup kemungkinan, laga nanti malam akan berakhir serupa dengan dua musim terakhir, di mana Manchester United berhasil menahan imbang Liverpool 0-0 (2023/2024) dan 2-2 (2024/2025).
Berikut adalah prediksi susunan pemain untuk laga Liverpool vs Manchester United:
Liverpool
Giorgi Mamardashvili, Conor Bradley, Joe Gomez, Virgil van Dijk, Milos Kerkez, Ryan Gravenberch, Alexis Mac Allister, Dominik Szoboszlai, Mohamed Salah, Cody Gakpo, Alexander Isak.
Pelatih: Arne Slot
Manchester United
Senne Lammens, Leny Yoro, Matthijs de Ligt, Luke Shaw, Amad Diallo, Casemiro, Bruno Fernandes, Diogo Dalot, Mason Mount, Bryan Mbeumo, Benjamin Sesko.
Pelatih: Ruben Amorim

