Ekonomi

Danantara Menjelaskan Penggunaan Dividen BUMN untuk Pembelian SBN Usai Dikritik Purbaya

Jakarta – BPI Danantara menjelaskan penempatan sementara sebagian dana dividen BUMN di Surat Berharga Negara (SBN) sebagai langkah awal untuk memulai investasi dengan cepat dan aman. Keputusan ini diambil menyusul kritik dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menilai dana tersebut lebih tepat dialokasikan untuk melunasi utang proyek kereta cepat daripada menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Patria Sjahrir, menyatakan langkah pembelian SBN dilakukan untuk memungkinkan Danantara segera memulai investasinya dalam waktu dekat. Dengan tenggat waktu yang singkat, yakni dua bulan, SBN dianggap sebagai instrumen paling aman dan likuid di pasar keuangan domestik untuk mendapatkan imbal hasil tanpa risiko tinggi.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengkritik kebijakan Danantara. Ia berpendapat bahwa dividen BUMN yang hampir mencapai Rp 90 triliun seharusnya dapat digunakan untuk membayar utang kereta cepat sebesar Rp 2 triliun per tahun, sehingga tidak membebani APBN. Purbaya juga mempertanyakan keahlian Danantara jika hanya menempatkan dana sebesar itu pada obligasi pemerintah.

Menanggapi kritik tersebut, Pandu menegaskan bahwa penempatan dividen BUMN di SBN bersifat sementara, hanya sampai akhir tahun ini. Danantara berjanji akan mengurangi porsi SBN dan mengalihkan dana untuk proyek-proyek yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Pihaknya juga akan mengevaluasi mendalam usulan Purbaya terkait pembayaran utang kereta cepat.

Secara jangka panjang, Danantara menargetkan diversifikasi portofolio investasi, termasuk ke pasar modal atau ekuitas. Namun, investasi di pasar saham membutuhkan tingkat likuiditas yang lebih besar untuk pergerakan dana yang efisien. Pandu menyoroti bahwa nilai transaksi harian di pasar saham Indonesia saat ini masih relatif rendah, sekitar 1 miliar dollar AS per hari, dan perlu ditingkatkan hingga 5-8 miliar dollar AS per hari agar tidak tertinggal dari negara lain seperti India.

Kredit Perbankan Meningkat, Fokus Penyaluran KUR untuk MBG dan Program Rumah

Oleh karena itu, Pandu menekankan pentingnya pendalaman pasar modal untuk memperkuat ekosistem investasi nasional. Pendalaman pasar ini tidak hanya akan membantu BUMN atau Danantara dalam mengelola portofolio, tetapi juga memperluas akses pembiayaan jangka panjang bagi sektor swasta.

Terkait usulan pembayaran utang kereta cepat, Danantara akan mengkaji klausul perjanjian pinjaman dengan China Development Bank (CDB). Menurut Pandu, klausul tersebut tidak mengharuskan utang dibayar oleh pemerintah. Danantara akan menunggu perintah dari Presiden untuk langkah selanjutnya.

Komentar

Berita Populer

01

Pemprov DKI Jakarta Tangkap 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu di Lima Wilayah

02

KPK Panggil Bos Rokok HS Guna Dalami Dugaan Korupsi Cukai Bea Cukai

03

BGN Umumkan Revisi Juknis MBG 2026, Nomenklatur Personel SPPG Berubah

04

Menaker Dorong PVN 2026 Bandung Siapkan Lulusan Kerja

05

Pemkab Lima Puluh Kota Tengahi Konflik Masyarakat

06

Boyamin Saiman Kirim Banner Sindir KPK Izinkan Yaqut Cholil Qoumas Tahanan Rumah

07

Wamen KKP Ajak Pelaku Usaha Gunakan Stelina Tingkatkan Daya Saing Ekspor

08

Danantara Suntikkan Modal Rp 29 Triliun untuk Selamatkan Garuda Indonesia

Berita Terbaru










× www.domainesia.com
× www.domainesia.com