Sport

Yamaha Soroti Keluhan Quartararo, Kesabaran Bos Mulai Menipis.

Jakarta – , Managing Director Yamaha Motor Racing, Paolo Pavesio, secara terang-terangan menyiratkan ketidaksabarannya terhadap keluhan yang terus-menerus disampaikan pembalap bintang mereka, Fabio Quartararo. Komentar ini, yang menyudutkan Quartararo, semakin memperkeruh hubungan di antara keduanya dan menempatkan masa depan pembalap asal Prancis itu di ujung tanduk, terutama saat Yamaha tengah berjuang keras dengan proyek pengembangan motor V4 mereka.

Yamaha memang tengah berpacu dengan waktu. Tim pabrikan asal Jepang ini sangat bergantung pada keberhasilan proyek pengembangan mesin V4 mereka, yang diharapkan menjadi kunci untuk kembali bersaing di barisan terdepan MotoGP.

Nasib Quartararo di Yamaha juga sangat ditentukan oleh proyek V4 ini. Keberhasilan pengembangan motor baru tersebut dianggap krusial untuk mempertahankan pembalap berjuluk ‘El Diablo’ itu di tim.

Quartararo sendiri telah menjajal prototipe motor V4. Ia mengakui menyukai *feeling* saat mengendarai motor tersebut, namun belum melontarkan pujian tinggi terkait performa keseluruhan yang diharapkan.

Moto3 Spanyol 2026: Veda Berjuang, Kode Sikut Warnai FP1

Tak hanya itu, Quartararo juga secara tersirat mengirimkan peringatan kepada Yamaha. Ia menegaskan tidak bisa terus menunggu motor V4 menjadi kompetitif. Jika performa tim tidak juga membaik, Quartararo tidak menutup kemungkinan untuk mencari opsi lain.

Di tengah serangkaian pernyataan tersebut, kesabaran Pavesio, petinggi Yamaha, tampaknya sudah mencapai batas. Ia terang-terangan menunjukkan kekesalannya terhadap berbagai keluhan yang dilontarkan Quartararo.

Pavesio menegaskan bahwa keluhan publik dari Quartararo tidak akan membantu upaya tim. “Secara manusiawi, saya memahami rasa frustrasi yang terkadang muncul,” ujar Pavesio. “Namun kita semua profesional dan berada dalam situasi yang sama. Kami telah memberinya kesempatan membalap bersama Yamaha, dan dia menerimanya. Terlalu banyak mengeluh di depan umum hanya akan menghambat komitmen perusahaan,” tegasnya.

Musim 2025 menjadi bukti nyata kesulitan Yamaha dan Quartararo. Pembalap Prancis itu mengakhiri musim di posisi kesembilan klasemen dengan 122 poin. Meski sempat meraih beberapa *pole position*, performa Quartararo di balapan utama kerap tak mampu menandingi rivalnya, membuatnya gagal meraih kemenangan.

Ia hanya sekali mencicipi podium, yaitu di posisi kedua pada MotoGP Spanyol 2025. Tragisnya, Yamaha menutup musim di posisi juru kunci klasemen konstruktor, meskipun ada sedikit indikasi perkembangan.

Persija Jakarta Tanggapi Rumor Dony Tri Pamungkas Dilirik Legia Warszawa

Pavesio sendiri mengakui adanya peningkatan performa motor di musim 2025. “Motor ini jelas jauh lebih cepat dalam satu lap, sebagian berkat Fabio,” ungkapnya. “Motor ini juga lebih cepat dalam balapan *sprint* dan sedikit lebih baik dalam balapan jarak jauh. Namun, semakin berat persaingan di lintasan, semakin kami menderita,” pungkas Pavesio, mengakui tantangan besar yang masih dihadapi tim.

Komentar

Berita Populer

01

Pemprov DKI Jakarta Tangkap 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu di Lima Wilayah

02

KPK Panggil Bos Rokok HS Guna Dalami Dugaan Korupsi Cukai Bea Cukai

03

BGN Umumkan Revisi Juknis MBG 2026, Nomenklatur Personel SPPG Berubah

04

Menaker Dorong PVN 2026 Bandung Siapkan Lulusan Kerja

05

Zigo Rolanda Dorong Infrastruktur Sumbar, Masuk Top 10 Golkar

06

Pemkab Lima Puluh Kota Tengahi Konflik Masyarakat

07

Boyamin Saiman Kirim Banner Sindir KPK Izinkan Yaqut Cholil Qoumas Tahanan Rumah

08

Wamen KKP Ajak Pelaku Usaha Gunakan Stelina Tingkatkan Daya Saing Ekspor

Berita Terbaru










× www.domainesia.com
× www.domainesia.com