Jakarta – Presenter sekaligus anggota DPR RI, Uya Kuya, menyatakan keikhlasannya atas insiden penjarahan yang menimpa rumahnya. Meski demikian, ayah dua anak itu menyimpan satu harapan utama: kembalinya seluruh kucing peliharaan yang hilang, di mana tiga ekor di antaranya telah berhasil ditemukan.
“Doakan yang terbaik saja. Posisi lagi mengurus keluarga dan semua, dan kita ikhlas kok. Yang penting tolong kucing-kucing kita dikembalikan, itu saja,” ujar Uya Kuya pada Rabu lalu. Ia menambahkan bahwa perkembangan pencarian kucing-kucingnya, yakni Ara, Deri, dan Oreo, kerap ia perbarui di media sosial.
Uya kembali menegaskan keikhlasannya terhadap kerugian materi yang dialami, namun fokus utamanya tetap pada keberadaan hewan kesayangannya. “Ikhlas, ikhlas, ikhlas. Insya Allah ikhlas. Yang penting kucing-kucing saya kembali, itu saja. Yang saya pikirkan kucing-kucing saya,” katanya.
Lebih lanjut, Uya memilih untuk menahan diri dari memberikan banyak komentar terkait kasus penjarahan ini. Ia beralasan ingin menunggu situasi lebih kondusif agar pernyataannya tidak disalahartikan atau dipelintir. “Saya enggak bakal banyak ngomong dulu, biar kondusif dulu. Karena kalau saya ngomong apa pun salah, nanti takutnya digoreng-goreng, dipotong-potong lagi,” jelasnya.
Sebelumnya, Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur telah mengamankan belasan orang yang diduga terlibat dalam penjarahan di rumah Uya Kuya. Kasat Reskrim AKBP Dicky Fertoffan pada Selasa lalu menjelaskan, ada dua pokok perkara yang terjadi malam itu, yaitu penyerangan terhadap petugas dan penjarahan.
Kasus ini masih dalam tahap pengembangan, di mana penyidik terus mendalami keterlibatan serta peran masing-masing orang yang ditangkap. Dicky menegaskan, tindakan hukum akan berjalan tegas bagi para pelaku lapangan maupun pihak-pihak lain yang terbukti menjadi penggerak massa. “Kami akan tindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Kepolisian menilai motif utama para pelaku penjarahan adalah murni mencari keuntungan pribadi. Mereka disebut ingin menguasai harta benda yang ada di lokasi kejadian. “Motifnya mencari untung saja, biar menguasai harta,” terang Dicky.
Dari hasil penyelidikan sementara, aksi para pelaku diduga terjadi secara spontan setelah situasi rumah Uya Kuya dianggap kondusif untuk dimasuki. Namun, polisi akan terus mendalami apakah aksi tersebut benar-benar spontan atau telah direncanakan oleh aktor intelektual.


